Friday, April 3, 2015

Lebih baik menyalakan lilin...

Saya sangat menyukai keindahan, sangat mencintai hal-hal yang indah, kadang saya berpuisi tentang hal yang tak bisa saya terjemahkan dengan kalimat, lalu saya bernyanyi di tengah keriuhan hidup yang terasa gelap. Saya berdiri untuk melakukan hal yang indah, melakukannya dengan indera manapun yang saya bisa. Ya saya menyukai itu, hal yang indah.

Saya melihat sebuah keagungan pada setiap manusia, naluri alamiah yang begitu indah, saya percaya manusia lebih indah dari apapun di alam ini. Keajaiban terbesar di alam ini, bagi saya adalah manusia sehingga saya kadang bersedih disaat melihat manusia dengan manusia lainnya saling bertikai. Terkadang muncul pertanyaan, mengapa kita saling bertikai, saling menyalahkan, saling berprasangka buruk, saling berpesimis, saling membentak, mengapa? Bukankah kita sama? 

Saya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa, memang dunia ini terasa sedikit lebih gelap. Namun ketahuilah bahwa daydeh menyukai keindahan, mencintai ketenangan. Oleh karenanya lebih baik menyalakan lilin daripada terus menerus mengutuk kegelapan.

Monday, March 23, 2015

Suatu saat nanti...

Suatu saat nanti
Bila emosi kecil ini membuncah, mendepak-depak kulit di badan
Aku tak bisa membayangkan
Apa dia benar-benar keluar

Suatu saat
Bila lapisan kulit di badan sudah tidak mampu
Menahan lontaran emosi-emosi kecil ku
Aku belum bisa membayangkan
Apa aku akan tetap bernafas

Suatu saat itu
Bila ternyata aku benar-benar tak mampu
Tak mampu menahan emosi kecil ku
Aku sungguh benar-benar tak tahu
Apa aku masih peduli kepada diriku sendiri

Ada hal yang tak terbatas di dunia ini
Ada hal yang tak perlu dijelaskan dengan kata-kata di sini
Ada pendirian yang tak perlu didirikan
Seberapa besar aku mampu berdiri

Mataku adalah air yang beriak
Telingaku adalah ombak yang berhempas
Aku bukanlah sisa-sia kehidupan
Bukan daun yang melayang-layang

Aku tak perlu menunggu nanti
Juga tak butuh penantian
Kepada emosiku tajam...
Kepada emosiku rajam...
Dengan emosiku padam...

Wednesday, March 11, 2015

you can always come home...

Eh malam ini tenang sekali gara-gara denger lagu Jason Miraz - 93 million miles. Santai sekali, sejuk sekali denger lagu dan liriknya…

Yup memang tidak ada tempat yang paling indah kecuali di rumah… Home.. Home… Mungkin karena saya jarang sekali pulang kali ya.. hehe… jarang tidur di rumah sendiri…. :D


“Just know, that wherever you go, no you’re never alone, you will always get back home”

Monday, March 2, 2015

Tetaplah sederhana... “Anything is possible”

Tetaplah sederhana daydeh
Tetap menuju kesederhanaan daydeh
Biar saja dunia berubah cepat menuju kemewahan
Tapi tetaplah engkau semakin sederhana daydeh
Ilmumu dinanti alam, manusia dan mahluk hidup lainnya
Untuk memberikan keseimbangan

Daydeh,
Tetaplah sederhana meski bintang berubah menjadi mutiara yang ingin direngkuh manusia
Jagalah emosimu walau tidak ada lagi yang peduli untuk menjaga emosi
Dunia ini membutuhkan manusia-manusia sederhana daydeh

Hai daydeh…
Sederhanakanlah sikapmu…
Sederhanakanlah pikiranmu…
Walau aku tahu kau tidak akan sanggup menyederhanakan semua hal…

Sederhanakanlah langkahmu
Meski ku tahu kau takan mampu menahan semua godaan dunia
Tapi tetaplah kembali dalam kesederhanaan
Seperti bintang yang tak terlalu banyak memberi sinarnya pada malam
Seperti angin yang tak banyak bergemuruh
Tetaplah sederhana…

“Anything is possible”

Miracles - Coldplay

From up above I heard 
The angels sing to me these words.
And sometimes in your eyes 
I see the beauty in the world.

Oh, now I'm floating so high.
I blossom and die.
Send your storm and your lightning to strike 
Me between the eyes,
Eyes

Sometimes the stars decide 
To reflect in puddles in the dirt.
When I look in your eyes 
I forget all about what hurts.

Oh, now I'm floating so high.
I blossom and die.
Send your storm and your lightning to strike 
Me between the eyes
And cry.

Believe in miracles.
Oh hey, I'm floating up above the world now!
Oh hey, I'm floating up above the world now!
Oh yeah, yeah, yeah!


Ada banyak orang mendefinisikan cinta, ada banyak orang yang mencari-cari cinta sejati. Ada yang pergi jauh-jauh ke pantai yang jarang dikuunjungi hanya untuk menemukan cinta, ada pula yang pergi ke puncak-puncak gunung demi memahami cinta. Bahkan ada yang berkelana keliling dunia dengan alasan cinta. Bisa jadi doa yang paling banyak didengar Tuhan adalah tentang cinta. 

Dengan cinta, banyak sekali jejak di bumi sebagai bukti sejarah bahwa mereka hadir dengan cinta. Dengan cinta banyak sekali perubahan, yang menghasilkan ilmu pengetahuan dan kesenian. Tanpa cinta, manusia akan kering dan akan sulit membedakan kebenciaan dengan kebaikan. Beruntunglah kita yang diselimuti cinta, yang membawa kebaikan dan kesejukan.

Oleh karenanya pujangga Sapardi Djoko Damono meninggi namanya karena cara beliau memberikan makna pada cinta yang begitu sederhana namun bermakna; dalam syairnya :

"aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada” 

Thursday, February 26, 2015

Hidup masih panjang, tersenyumlah...

Saya lihat foto-foto lama, coba belajar dari wajah dan senyuman pada masanya. Saya ingat-ingat apa saja yang telah saya lakukan dalam perjalanan itu, terkadang ingin memeluknya atau bahkan memukulnya, saya gemas dengan diri saya sendiri saat masanya. Lalu saya perhatikan pula wajah riang sahabat-sahabat yang begitu tulus, mereka juga berjalan dan tetap berjalan.

Bagaimana alam dan lingkungan mengajarkan kita tentang hidup, tentang keberanian berkata benar juga keberanian berkata salah. Mengakui kekurangan, menurunkan emosi dan membesarkan wawasan. Kita tidak gagal sendirian, dan gagal bukanlah akhir. Kita hanya belum mengerti dan terlalu asik menikmati hidup yang begitu asik. 

Jalan ini masih sangat panjang, dengan segala kegagalannya bukankah itu begitu indah. Memasukan lagi semangat hidup abadi dengan kebahagiaan dan keceriaan. Lagu-lagu yang mengetuk dan memanggil untuk berbuat kebaikan dengan cara kita sendiri, cara menikmati hidup dengan santai dan bahagia. 

Kita belajar pada kita di masanya, kita tertawa jalani hidup dari masa keceriaan dahulu, belajar dari kita yang dahulu. Kita tidak akan gagal lagi, keberanian telah menguburkan rasa pesimis, membuat gairah optimis semangat hidup. Ego kita, masih bisa menurun dan berfikir seimbang. Mata kita masih bisa melihat yang benar, dan kuping masih jelas mendengar hal-hal yang bijak. Karena keinginan memang tidak semuanya atas kehendak kita. 

Insyaallah… pagi ini dan pagi-pagi selanjutnya adalah perjalanan yang bahagia. Mari tanamkan kembali keberanian, kejujuran dan ketulusan, cukup sudah masa gamang memilih jalan hidup. Jalan hidup yang ini adalah jalan penikmat hidup dengan iklhas dan berbagi. Bismillah….

Monday, February 23, 2015

Aku ingin bertemumu di surga...

Di sini tempat kesalahan
Tempat perjalanan dimana ternyata cokelat adalah biru
Dan hijau adalah merah
Tak ada yang bisa menduga tapi bisa dipahami setelahnya

Di sini tempat salah arti
Tanpa ilmu tetaplah seperti itu
Tanpa hikmah dan memahami maka akan tetap salah arti
Sekarang gilirannya ingin memahami atau berdiam diri

Aku melihatmu di surga
Dengan tutur dan sikap yang indah
Dengan kesederhanaan yang terpancar dari hati
Dan tatapan yang tidak bisa dibeli di sini

Aku mendengarmu di surga
Memanggil dan menungguku yang masih di sini
Yang belum mengerti tentang surga itu
Yang berjalan sendiri berbelok arah

Bila di sini adalah perjalanan
Maka pastilah aku akan berjalan
Bila di sini aku ada di hitam
Maka aku takkan kembali ke hitam
Aku mencarimu melewati cahaya-cahaya
Yang hanya bisa dilihat dengan kesederhanaan
Seperti melihat dan mendengar jiwamu….

Sekarang aku tahu surga itu apa
Tempat dimana kau menungguku
Dimana kau ingin bercerita dan bercanda denganku
Bercerita tentang perjalanan di sini
Tentang mencari perjalanan yang terang

Aku ingin bertemumu di surga….
Bila di sini kita tak bisa lagi bercerita….
Dengan hati, pikiran dan badan…

Untuk Adik Gaza

 Adik, kamu kuat di sana Rambutmu berdebu wangi surga Getaran jari tanganmu dan keringnya kulitmu adalah cinta dari Tuhan yang Maha Besar He...