Jam dinding itu berdetak… tik tak tik tak…
Jaruum panjangnya konstan berputar melingkar
Aku melihat aku yang sedang lelap di tengah malam
Pada Kasur… pada malam yang berdetak, tik tak tik tak…
Tidak hanya pada dinding yang berdetak… tik tak tik tak…
Tubuhku pun berdetak, tik tak tik tak….
Walau tak konstan, dia tetap berdetak tik tak tik tak…
Ini menggambarkan bahwa aku masih hidup…
Tik tak tik tak…. Mengingatkan aku pada amal kebaikanku
Mengingatkanku pada kewajibanku….
Mengingatkanku bahwa aku tidaklah abadi di dunia
Apabila denyutku berhenti sekejap dan hanya dinding yang berdetak, tik tak tik tak….
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Friday, August 15, 2014
Sunday, July 13, 2014
Kembali PadaMu...
Aku pernah menghayalkanMu Tuhan..
Tapi katanya apapun khayalanku, pasti salah… karena begitu Agungnya Kau..
Aku pernah ingin memelukMu…
Namun, katanya kau dekat… memelukku dengan Hikmah…
Aku sangat sadar atas dosa-dosaku sampai saat ini…
Aku sadar dengan kata-kataku yang bisa menyinggung orang lain..
Aku sadar, sangat banyak kekuranganku…
Aku sadar amalku, ibadahku, bacaan QurĂ¡n ku tak sebanyak orang lain yang begitu taat kepadaMu..
Ramadhan ini, aku ingin sekali dekat denganMu…
Ramadhan ini, aku juga ingin merasakan Agungnya malam-malamMu…
Malam Lailatul Qadar….
Aku menyebut namaMu, memohon PadaMu…
Tidak meminta agar aku menjadi orang hebat, bukan meminta menjadi orang istimewa…
Aku menyembahMu, bergantung PadaMu…
Bukan untuk meminta agar aku menjadi orang besar, tidak meminta menjadi orang penuh akan kekuasaan…
Aku selalu berharap dan berdoa, agar aku selalu ada di jalan yang benar…
Jalan yang benar-benar kau restui, yang di dalamnya penuh berkah…
Bila saat ini aku berada di jalan yang belok jauh dari anjuranMu, maka luruskanlah…
Bila saat ini, aku dalam kekeliruan, bantulah aku agar kembali PadaMu…
Tuhan Yang Maha Agung dan Halus… Ampunkanlah segala dosa-dosaKu…
Antarkanlah kepentingan duniaku, sebagai jalan menuju akhiratMu…
Agar kelak, ketika aku menjadi orang kaya, kekayaanku penuh manfaat…
yang mengantarkanku, keluargaku dan orang di sekitarku, kembali kepadaMu dalam keadaan Rahmatan Lil Alamin…
Tapi katanya apapun khayalanku, pasti salah… karena begitu Agungnya Kau..
Aku pernah ingin memelukMu…
Namun, katanya kau dekat… memelukku dengan Hikmah…
Aku sangat sadar atas dosa-dosaku sampai saat ini…
Aku sadar dengan kata-kataku yang bisa menyinggung orang lain..
Aku sadar, sangat banyak kekuranganku…
Aku sadar amalku, ibadahku, bacaan QurĂ¡n ku tak sebanyak orang lain yang begitu taat kepadaMu..
Ramadhan ini, aku ingin sekali dekat denganMu…
Ramadhan ini, aku juga ingin merasakan Agungnya malam-malamMu…
Malam Lailatul Qadar….
Aku menyebut namaMu, memohon PadaMu…
Tidak meminta agar aku menjadi orang hebat, bukan meminta menjadi orang istimewa…
Aku menyembahMu, bergantung PadaMu…
Bukan untuk meminta agar aku menjadi orang besar, tidak meminta menjadi orang penuh akan kekuasaan…
Aku selalu berharap dan berdoa, agar aku selalu ada di jalan yang benar…
Jalan yang benar-benar kau restui, yang di dalamnya penuh berkah…
Bila saat ini aku berada di jalan yang belok jauh dari anjuranMu, maka luruskanlah…
Bila saat ini, aku dalam kekeliruan, bantulah aku agar kembali PadaMu…
Tuhan Yang Maha Agung dan Halus… Ampunkanlah segala dosa-dosaKu…
Antarkanlah kepentingan duniaku, sebagai jalan menuju akhiratMu…
Agar kelak, ketika aku menjadi orang kaya, kekayaanku penuh manfaat…
yang mengantarkanku, keluargaku dan orang di sekitarku, kembali kepadaMu dalam keadaan Rahmatan Lil Alamin…
Thursday, July 10, 2014
Rinduku Cinta-Mu...
Hanyalah satu ketaatan dariku
Kau mencurahkan semua rahmat-Mu kepadaku
Dan hanya karena satu kebaikan dariku
Kau memberikan semua Rizqi-Mu kepadaku
Pengasih... penyayang... yang Maha Suci...
Berlimpah dosaku sangat melimpah
dan selalu saja-Kau mengampuni dosa ini
Sudah sepantasnya ku sebagai manusia
merindukan sinar-Mu...Jalan-Mu...Dan pintu-Mu...
Rinduku cinta-Mu
Rinduku cinta-Mu
Ku jatuh pada-Mu
sujudku untuk-Mu
Rinduku cinta-Mu... ooo...
Rinduku cinta-Mu
Sembahku untuk-Mu
dan mengharapkan Ridho-Mu Tuhan
Kau mencurahkan semua rahmat-Mu kepadaku
Dan hanya karena satu kebaikan dariku
Kau memberikan semua Rizqi-Mu kepadaku
Pengasih... penyayang... yang Maha Suci...
Berlimpah dosaku sangat melimpah
dan selalu saja-Kau mengampuni dosa ini
Sudah sepantasnya ku sebagai manusia
merindukan sinar-Mu...Jalan-Mu...Dan pintu-Mu...
Rinduku cinta-Mu
Rinduku cinta-Mu
Ku jatuh pada-Mu
sujudku untuk-Mu
Rinduku cinta-Mu... ooo...
Rinduku cinta-Mu
Sembahku untuk-Mu
dan mengharapkan Ridho-Mu Tuhan
Tuesday, May 27, 2014
Aceh…
| Foto: Masjid Raya Baiturraham, Banda Aceh. May 2014 |
Ombak itu, menyeretku pada sebuah senyuman yang semerbak pada awan…
Pasir putih mengantarkanku pada mata yang tertata rapih pada malam…
Pada bintang yang tertegun akan silaunya….
| Foto: Aceh bagian barat laut |
Duduk di atas bambu saung tepi pantai, memandang luas biru laut dan langit, di pagari bukit-bukit dan gunung terjal. Aku meresap pada jiwa satu yang memecah karang-karang, ku genapkan emosi yang dulu pergi ke atas langit. Pada muakku dari suara-suara yang membosankan, yang saling menghujat tanpa sadar bahwa kita semua manusia.
Gelombang riak, memandikan alam, memanjakan manusia, memanjakan pria dan wanita. Sanggahan kelam tak menyisakan amarah, terbang bersama angin raja.
Aceh, dengan segala perjalanannya, membentuk suatu sejarah peradaban. Negeri ini bicara alam yang begitu bernyawa, negeri ini bicara Tuhan yang begitu abadi, negeri ini bicara hukum yang tertata, negeri ini bicara bahwa keangkuhan akan mudah dilenyapkan, bila alam sudah ingin melenyapkannya.
| Foto: Pantai Lampu'u, Aceh |
Pantai Lampu’u yang dahulu pernah dilanda tragedi alam Tsunami kini asri kembali, pantai ini menjadi saksi betapa dahsyatnya alam. Keindahanya telah dikembalikan, agar semua dapat melihat kebesaran Raja yang sesungguhnya. Aku tunduk, sungguh tiada kepantasan bagiku untuk sombong.
Aceh, mengembalikan manusia untuk kedamaian, menyisakan makanan dan minuman yang mendunia. Kopi atjeh seperti pedang tak bertuan, menjadi senjata dalam percakapan dan keseharian, rasa dan aromanya memabukan dan mencandukan, sungguh dalam rasanya. Kopi aceh membawaku pada diam, berfikir lebih dalam…
Aceh menyisakan bidadari-bidadari yang senyumnya hanyut di kepala, matanya mampu membuat sultan-sultan tunduk. Damaiku di bumi itu, aku tidak ingin kembali, aku ingin tetap di situ… aku ingin tetap di situ….
![]() |
| Foto: Kopi Atjeh |
Tuesday, December 11, 2012
Waktu yang hina...
Gerak-gerik ku hancur terurai terbang ke langit
Berdebu tanpa arah yang begitu fana
Aku hina...
Tanpa sadar dan tanpa arti...
Aku bagai untaian daun-daun kuning...
Kering tanpa klorofil nafasku
Aku terperangkah...
Dengan akal sehat yang sedikit rusak
Camar selalu bersaut-saut tentang kasih
Jelas hatiku mati...
Namun aku ingin hidup
Bangkit semangat jiwa sadar
Maafkan aku waktu...
maafkan aku waktu...
Berdebu tanpa arah yang begitu fana
Aku hina...
Tanpa sadar dan tanpa arti...
Aku bagai untaian daun-daun kuning...
Kering tanpa klorofil nafasku
Aku terperangkah...
Dengan akal sehat yang sedikit rusak
Camar selalu bersaut-saut tentang kasih
Jelas hatiku mati...
Namun aku ingin hidup
Bangkit semangat jiwa sadar
Maafkan aku waktu...
maafkan aku waktu...
Monday, November 26, 2012
Tautan Kata....
| Gambar : Patung Putri Duyung Hotel Seruni Puncak Bogor |
Api meringgas bak menggoda
mengalirkan emosi tak berarah
enggan berbisik bagai selimut
manisnya dawai berlabuh sunyi
kemudian berseru sedayu gemulai
ciptakan warna dahulu kala
sebabkan getir sepi bertakjub
berpadu harmoni tetap simponi
Aku, bertautan kata yang sengaja membiarkan
mengalirkan emosi tak berarah
enggan berbisik bagai selimut
manisnya dawai berlabuh sunyi
kemudian berseru sedayu gemulai
ciptakan warna dahulu kala
sebabkan getir sepi bertakjub
berpadu harmoni tetap simponi
Aku, bertautan kata yang sengaja membiarkan
Saturday, July 14, 2012
Apakah Kau Cemburu padaku...?
Tuhan… Apakah Kau cemburu padaku?
Sampai-sampai ketika aku sedikit saja lupa kepada-Mu
Kau selalu memberikanku sesuatu hingga ku selalu ingat pada-Mu
Wahai Tuhan Yang Maha Segala Pemberi….
Benarkah Kau cemburu padaku?
Karena Kau selalu saja menjauhkanku dari apa yang ku cintai…
Sehingga lagi-lagi Aku menyebut Nama-Mu, agar ku kuat hadapi…
Tuhan… Bila memang benar Kau cemburu padaku…
Ketahuilah… Ramadhan kali ini untuk-Mu
Dan aku akan menyebut Nama-Mu dan memuja-Mu
Jauh lebih dari biasanya…
Agar kau percaya, aku tak’akan lagi melupakan-Mu
Dan agar Kau bersedia, memberikan apa yang harus ku cintai
Sebagai tugas ku menjadi manusia….
Sampai-sampai ketika aku sedikit saja lupa kepada-Mu
Kau selalu memberikanku sesuatu hingga ku selalu ingat pada-Mu
Wahai Tuhan Yang Maha Segala Pemberi….
Benarkah Kau cemburu padaku?
Karena Kau selalu saja menjauhkanku dari apa yang ku cintai…
Sehingga lagi-lagi Aku menyebut Nama-Mu, agar ku kuat hadapi…
Tuhan… Bila memang benar Kau cemburu padaku…
Ketahuilah… Ramadhan kali ini untuk-Mu
Dan aku akan menyebut Nama-Mu dan memuja-Mu
Jauh lebih dari biasanya…
Agar kau percaya, aku tak’akan lagi melupakan-Mu
Dan agar Kau bersedia, memberikan apa yang harus ku cintai
Sebagai tugas ku menjadi manusia….
Wednesday, June 27, 2012
Kesederhanaan...
Bila nanti, ternyata saya jatuh dan hidup dalam kesia-siaan…
Percayalah itu kesalahan saya…
Bila nanti, saya menjalani sesuatu yang seharusnya tidak dijalani…
Percayalah itu keinginan saya…
Bila nanti, yang terjadi adalah lawan dari harapan…
Percayalah itu tetap kesalahan saya…
Bila nanti, setan-setan dan iblis menjadi sahabat saya…
Percayalah itu kebodohan saya…
Bila nanti, pintu-pintu surga tidak terbuka untuk saya…
Percayalah itu karena kesombongan saya…
Dan tetaplah percaya, bahwa pintu-pintu kebaikan sudah terbuka lebar untuk saya…
Hanya saja saya yang tidak ingin masuk kedalamnya…
Bila nanti, yang saya dapatkan adalah sebuah ketidakberhasilan…
Percayalah bahwa itu adalah keberhasilan untuk saya…
Maafkan saya Tuhan, saya tidak mengerti arti sebuah kesederhanaan hidup…
Tidak mengerti apa maksud Sapardi Djoko Damono membuat sajak begitu indah
Yang katanya “aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan, kayu kepada api yang menjadikannya abu…”
Yang katanya “aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan, awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…”
Maafkan saya Tuhan, yang saya tahu cuma senang-senang dan foya-foya….
Percayalah itu kesalahan saya…
Bila nanti, saya menjalani sesuatu yang seharusnya tidak dijalani…
Percayalah itu keinginan saya…
Bila nanti, yang terjadi adalah lawan dari harapan…
Percayalah itu tetap kesalahan saya…
Bila nanti, setan-setan dan iblis menjadi sahabat saya…
Percayalah itu kebodohan saya…
Bila nanti, pintu-pintu surga tidak terbuka untuk saya…
Percayalah itu karena kesombongan saya…
Dan tetaplah percaya, bahwa pintu-pintu kebaikan sudah terbuka lebar untuk saya…
Hanya saja saya yang tidak ingin masuk kedalamnya…
Bila nanti, yang saya dapatkan adalah sebuah ketidakberhasilan…
Percayalah bahwa itu adalah keberhasilan untuk saya…
Maafkan saya Tuhan, saya tidak mengerti arti sebuah kesederhanaan hidup…
Tidak mengerti apa maksud Sapardi Djoko Damono membuat sajak begitu indah
Yang katanya “aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan, kayu kepada api yang menjadikannya abu…”
Yang katanya “aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan, awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…”
Maafkan saya Tuhan, yang saya tahu cuma senang-senang dan foya-foya….
Wednesday, May 30, 2012
Tentang Kesempurnaan…
![]() |
| Gambar : Perjalanan hidup siapa ayo? |
Saya perhatikan gambar di atas, mungkin itu gambar saya kawan. Dari pojok kiri atas, itu saya masih bayi, saya lagi imut-imutnya. Eh gak deng, sampai saat ini saya juga masih imut kok…. Nahhh… di saat saya bayi, saya berusaha untuk berjalan, saat itu mungkin Ibu-Bapak saya sangat senang dengan kelucuan saya… Eh gak deh, mudah-mudahan sampai saat ini orang tua saya masih senang dengan saya. Akhirnya saya sekolah, lama bangetttttt sekolahnya… dari TK sampai SMA, trus kuliah… eh bujug lama banget ya klo diingat-ingat… sampai akhirnya saya menjadi sarjana dengan memakai Toga tuh…. Ingat ya, setelah lulus kuliah saya akan membangun negeri ini sebaik mungkin… hehee
Lalu saya bekerja, terusssss bekerja sampai saat ini… duitnya nanti banyak lohhhh, mungkin sakin banyaknya nanti bisa beli pesawat pribadi malah. Eh tapi tapi tapi… lama-lama badan saya encok loh, makin keriput, trus pake tongkat malah…. Udah kayak anak pecinta alam klo ngedaki gunung yang tinggi pake tongkat…. Eh tapi tapi tapi…. Lama lama tongkat itu semakin sulit…
Terpaksa deh saya pakai kursi roda, mungkin di roda itu didorong sama anak cucu saya, mungkin juga sama saya sendiri, yang jelas saat itu saya merasa miskin sekali… sakin miskin harta, miskin cinta dan miskin segalanya… trus-terus-terus… tergeletak lah saya di kasur, eh lama lama dikubur…. Yah sedih deh… sekali lagi…. yah sedih deh….
…
Saya suka kesal ketika pikiran saya membawa saya pada keinginan akan kesempurnaan. Yup… saya suka kesal bila di pikiran saya ada keinginan untuk menjadi orang sempurna. Sebagai contoh bila saya ingin menikahi wanita cantik mapan dan baik hati, lalu saya ingin memiliki anak yang pintar kalau bisa menjadi dokter, lalu saya ingin menjadi laki-laki baik yang bertanggung jawab…. Puihhhhh….. pikiran ini, terlalu sadis…. Terlalu sombong….Gila ya, ngebayangin gak sih klo hidup dengan keinginan seabrek-abrek dan hampir mendekati kesempurnaan… itu bakalan sangat capek….
![]() |
| Foto : Daydeh & Bedul |
Menurut saya, keinginan akan kesempurnaan tidak sama dengan bermimpi… mimpi adalah hal yang indah, di dalamnya akan ada proses yang indah dan seru pula… di dalam mimpi terdapat gerakan-gerakan lembut tak teridentifikasi yang asalnya dari kekuatan Tuhan… dan semoga saja saya dan siapapun kau yang membaca tulisan ini, semoga Tuhan membawa kita pada mimpi-mimpi… bukan pada kesempurnaan…
Monday, April 23, 2012
Mengalir bersama percikan air...
Cinta, dia mengalir di riuh percikan air…
Beriak antara batu-batu besar
Bergesekan kerikil kecil
Cerita, bernyanyi dalam compang-camping kehidupan…
Mengemudikan sebuah keiklhasan
Saya tidak peduli apa yang akan terjadi di kemudian hari, sukseskah atau gagalkah? Tidak masalah. Saya cuma bermimpi, berhasil atau tidak itu bukan masalah... yang jelas ada hal yang bisa diceritakan...
Beriak antara batu-batu besar
Bergesekan kerikil kecil
Cerita, bernyanyi dalam compang-camping kehidupan…
Mengemudikan sebuah keiklhasan
Saya tidak peduli apa yang akan terjadi di kemudian hari, sukseskah atau gagalkah? Tidak masalah. Saya cuma bermimpi, berhasil atau tidak itu bukan masalah... yang jelas ada hal yang bisa diceritakan...
Tuesday, June 8, 2010
Aku ingin telanjang di depan Mu...

Aku ingin telanjang di depan Mu…
Memeluk Mu tanpa sadar nikmatnya
Dunia yang katanya expreso
Campuran pahit dan manis
Aku ingin telanjang di depan Mu…
Tegukan panas hawa Mu
Menghisap racun-racun tubuh Mu
Di bawah sadar mata ku
Aku ingin memeluk Mu…
Menghempit Mu dalam dada ku
Bermain bibir Mu
Antara nafsu dan suka
Tutuplah dengan sutra putih Mu…
Ciptakanlah merah asmara
Hingga larut
Hingga kita tak pernah tahu
Bahwa aku adalah kamu…
Foto : Puncak Mahameru, mei 2010
Memeluk Mu tanpa sadar nikmatnya
Dunia yang katanya expreso
Campuran pahit dan manis
Aku ingin telanjang di depan Mu…
Tegukan panas hawa Mu
Menghisap racun-racun tubuh Mu
Di bawah sadar mata ku
Aku ingin memeluk Mu…
Menghempit Mu dalam dada ku
Bermain bibir Mu
Antara nafsu dan suka
Tutuplah dengan sutra putih Mu…
Ciptakanlah merah asmara
Hingga larut
Hingga kita tak pernah tahu
Bahwa aku adalah kamu…
Foto : Puncak Mahameru, mei 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)
Untuk Adik Gaza
Adik, kamu kuat di sana Rambutmu berdebu wangi surga Getaran jari tanganmu dan keringnya kulitmu adalah cinta dari Tuhan yang Maha Besar He...
-
foto : Pelabuhan Lembar, Lombok Agustus 2009 Jam 05.30 WIT dari kapal fery yang mengangkut kami dari Pelabuhan Padangbay menuju Pelabuhan Le...
-
Saya masih ingat pertamakali saya masuk Departemen Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam di Universitas Indonesia, Depok. S...
-
nantikan...... perjalanan bersama surfifal thanks for them...


