Monday, February 25, 2013

Bumipun bernyanyi....

Foto : Super Alay
Malam ini, bumi bernyanyi untuk ku…
Meredamkan sepi yang ujungnya fatamorgana…
Mengalirkan naluri yang diciptakan untuk masa depan…
Untuk suara alam yang diam menyepi…

Satu per satu daun-daun berguguran…
Pertanda waktu terus menipis..
dari ruh yang hinggap di tubuh..
bersama takdir yang telah diturunkan..

Entah pada siapa aku harus bicara…
tentang jiwa yang bersemayam pada malam…
pada garis-garis sandiwara kesepian…
yang terus mebelenggu hati ini…

Saya coba bangkit dari jatuh, meski itu harus berulang-ulang. Terus pandangi kebenaran agar tidak selamanya dalam kesalahan. Hidup ini bukan jendela, bukan tempat untuk melihat hamparan bumi. Sehingga saya harus berdiri, berjalan bahkan berlari mengejar satu sisi yang membentuk mimpi. Walau terkadang air mata jatuh karena tak sanggup lewati besarnya angin yang menerjang.

Saya dan malam, berpadu lewati angin yang dingin, yang di dalamnya terdapat sejarah kegagalan. Sungguh, saya tidak sanggup melihat lukisan awan malam ini, terlalu abstrak dan gelap. Mungkin, saya lelah hadapi semua ini, sampai saya tidak mengerti apakah ada cahaya lagi yang mampu bangkitkan hati dari cerita gelap dalam empedu. Tuhan… Aku ingin kembali pada-Mu…

Friday, February 15, 2013

Surat Untuk Mu... Tuhan...



Ini surat untuk mu Tuhan...
Surat yang tidak tahu kemana harus ku kirim…
Tuhan… Yang Maha Pemberi Kehidupan…
Masih ingatkah, aku daydeh…
Maaf Tuhan, mungkin aku sudah lama tidak berdoa padamu…

Tuhan… Yang Maha Pemberi Jalan…
Yang Memberi  Rasa Bahagia dari segala kesenangan-kesenangan…
Yang Maha Pemberi Kepintaran…. 
dan sepintar-pintarnya manusia, tetap itu bagai sehelai  ujung rambut yang menyentuh permukaan laut… 
Ilmu Mu… adalah lautan luas yang tak terhingga batasnya…

Tuhan… Engkaulah Pemilik Segalanya,,,, dan Engkaulah Yang Menciptakan Segalanya….
Yang di Langit, yang tidak diketahui ujungnya….
Yang di Bumi, yang begitu banyak rahasia yang belum terungkap…
Yang di Hati, yang menjelma dalam rasa yang sulit dipahami…

Tuhan… Maafkan aku Tuhan…
Aku tidak tahu apa tujuanku hidup di dunia ini…
dan aku tidak tahu mesti menjadi apa di dunia ini…  
Yang ku tahu dan ku yakini cuma nanti aku akan kembali kepada Mu…
lalu aku dihisab sesuai apa yang ku lakukan di dunia ini…

Tuhan, Engkaulah Yang Memberi Keindahan…
Ketika aku mendengarkan lagu begitu indah….
Ketika aku melihat manusia begitu pintarnya….
Ketika aku melihat manusia begitu kreatifnya…
Ketika aku melihat manusia begitu anggunnya…
Apalagi ketika aku melihat alam ini begitu indahnya…
Aku sangat yakin… itu ada karena Mu….

Tuhan… Aku Mencintai Mu…
Peluklah aku…
Tuhan… Aku Mencintai Mu…
Bukakan hati hitam ku…
Tuhan… Aku Mencintai Mu…
Ajarkan aku bagaimana caranya berbagi…



Tuesday, February 12, 2013

Fight for this love...

Too much of anything can make you sick
Even the good can be a curse (curse)
Makes it hard to know which road to go down
Knowing too much can get you hurt.

Is it better? Is it worse?
Are we sitting in reverse
It's just like we're going backwards. (backwards)

I know where I want this to go
Driving fast but lets go slow
What I don't wanna do is crash nooo.

Just know you're not in this thing alone
There's always a place in me that you can call home
Whenever you feel like we're growing apart
Let's just go back, back, back, back, back to the start.oh

Anything that's worth having
Is sure enough worth fighting for
Quitting's out of the question
When it gets tough, gotta fight some more.

We gotta fight, fight, fight, fight, fight for this love
We gotta fight, fight, fight, fight, fight for this love
We gotta fight, fight, fight, fight, fight for this love
If it's' worth having, it's worth fighting for oh-oh-oh

Now everyday ain't gon' be no picnic
Love aint a walk in the park
All you can do is make the best of it now
Can't be afraid of the dark.

By : Cheryl (Fight for this love)

Seandainya saja rasa romantis ini bisa dihilangkan, maka akan saya buang jauh-jauh atau mungkin dikubur sedalam-dalamnya. Namun, entah galau... entah pesimis... atau mungkin terlena akan kebodohan yang sarat di kasat mata. Seperti melihat air jernih di atas gurun pasir, atau pelangi tanpa hujan. Keromantisan ini, terlalu menguasai diri ini... sampai saya tidak bisa meliht adanya ruang dan waktu, atau mungkin tidak peduli... yang jelas jiwa saya diselimuti rasa roman yang begitu tebal. Dan seandainya bisa dibuang maka sudah pasti telah dibuang... namun itu begitu romantis....

Sunday, February 3, 2013

Ke'elokan dan Kecantikan Sumatera Barat...

Foto : Pemandangan senja dari Pantai Pariaman, Januari 2013.
 Bila cinta datang memelukmu pasrahlah, sepasrah langit senja.. (Purwaceng Band)

Keelegan itu datang pertama kali saya menyentuh pantai di Kota Pariaman, di akhir-akhir matahari ingin tenggelam. Warna kemerah-merahan nan jauh di laut barat yang merupakan bagian dari Samudera Hindia, langit senja itu benar-benar membuncah hasrat saya untuk mendekati sedekat-dekatnya. Hanya beberapa menit saja pemandangan itu terjadi, dan ini merupakan moment pertamakalinya bagi saya melihat langit senja yang begitu elok, perahu nelayan yang mengapung di tengah langit senja yang merah merona.
Foto : Danau Maninjau, Januari 2013.
Perjalanan menuju Agam dari Kota Pariaman melalui jalur barat dimanjakan pemandangan yang begitu indah, kami seperti ada dalam kaldera karena gunung dan bukit tidak bosan-bosan mengelilingi kami. Danau Maninjau layaknya lautan di tengah daratan, berjalan di sisinya seperti memasuki dongeng-dongeng peradaban Melayu Minang. Perlahan-lahan di dalam mobil rombongan kami saling berdiskusi tentang tanah ini. 
Foto : Air Terjun Anai, Januari 2013.
Kata teman kami yang merupakan anak arsitektur, walau dia tidak ikut dalam perlanan ini, tapi cerita tentang Rumah Gadang masih terngiang dalam diskusi kami. Katanya, Rumah gadang dibangun dengan runcing besar layaknya kerbau bertanduk dengan badan rumah yang besar dan pondasi-pondasi kecil di bagian bawah sebagai topang kekuatan untuk berdiri kokoh, membuat keseimbangan rumah menjadi sangat kuat sehingga rumah gadang menjadi tahan gempa. Tidak seperti rumah biasa, yang sangat mudah terbelah dan rusak bila terkena sedikit getaran gempa.
Foto : Longsor di Agam, Januari 2013.
Tujuan kami datang ke Agam yaitu untuk melihat langsung evakuasi korban longsor beberapa hari yang lalu selepas banjir besar di Jakarta. Memang tidak terlalu diliput oleh media namun korban longsor ini melebihi korban banjir di Jakarta. Ketika kami datang, 17 korban meninggal sudah ditemukan, ada tiga lagi yang masih terpendam tanah longsoran. 
Foto : Bulan di tengah malam menuju februari 2013
Bentuk alam Sumatera Barat yang dilalui bukit barisan serta bagian pantai baratnya yang merupakan lingkaran api (ring of fire) pertemuan lempeng, membuat wilayah di provinsi Sumbar rawan sekali bencana, khususnya gempa dan longsor. Oleh karena itu kami dari WASAIGA (Waspada dan Siaga), datang ke Sumbar untuk mempelajari bagaimana proses penanganan bencana di wilayah Sumatera Barat. Serta untuk melihat seberapa besar peran dan kebutuhan teknologi khususnya peta dalam membantu penganganan. Karena menurut kami di setiap wilayah memiliki kebutuhan informasi bencana yang berbeda-beda.
Foto : Jam Gadang, Februari 2013.
Saya masih ingat ketika masih duduk di sekolah dasar, ada permainan favorit saya yaitu monopoli, disitulah saya mengetahui nama tempat-tempat yang terkenal di Indonesia. Beberapa diantaranya ada di provinsi yang sedang saya datangi ini, seperti Danau Maninjau, Bukittinggi, Kota Padang dan Pariaman, Jam Gadang dan Rumah Gadang sebagai ikon kartu monopoli. Terlebih ibu saya, dia sering sekali bercerita sebelum saya tidur saat kecil, dia mendongengkan cerita-cerita khas minang seperti Siti Nurbaya dan Malinkundang.
Foto : Museum Buya Hamka, Januari 2013.
Dan ketika saya tumbuh menjadi dewasa, beberapa buku sastra dan ilmu pengetahuan datang dari darah orang minang. Seperti Tafsir Al Qur’an yang pertama kali saya baca, karangan Buya Hamka, beliau membuat tafsir tersebut di balik tirai besi penjara. Begitulah hikmah dalam biografinya, dimana saat itu para alim ulama sedang dibantai karena sejarah politik di negeri ini, dia malah ditahan dan saat penahanan itulah lahir sebuah Tafsir Qur’an yang terkenal di negeri ini bahkan di dunia. Begitulah ilmu, dia terus menyebar dan hidup menjadi cahaya bagi generasinya. Sampai akhirnya ketika saya bertemu dengan Ibu dari sahabat kami yang tinggal di Solok Sumatera Barat, Ibu tersebut bilang “saya senang kalian bisa datang ke sini, dengan ilmu kita bisa mengelilingi dunia”. Tokoh lainnya yang mendunia yaitu Bung Hatta yang merupakan wakil presiden RI pertama, serta Taufiq Ismail yang sering muncul di pelajaran Bahasa Indonesia saat sekolah.
Foto : Masakan Padang, Januari 2013.
Oleh karena itu, kedatangan kami di sini tidak hanya untuk mempelajari bencana alam, namun juga untuk melihat langsung peninggalan sejarah, wajah-wajah orang minang, mendengar logat bahasa, dan mencicipi makanan dari masakan khas minang yang lagi-lagi terkenal di nusantara dan dunia. Tidak lupa menikmati alamnya yang ternyata cantik sekali, membuat mata dan hati begitu damai.
Foto : Ngarai Sianok, Januari 2013.

Foto : lucu yak... di Ngarai Sianok, Januari 2013.

Ngarai Sianok, bentangan alam membentuk patahan seperti akibat aliran sungai yang terjadi ratusan juta tahun yang lalu, atau mungkin karena gempa. Sebuah lembah diapit tebing-tebing tinggi yang berpola aliran, yang berkelok-kelok, di sisinya terdapa goa-goa bersejarah yang dibangun Jepang.

Foto : Salalahua, kue khas Pariaman, Januari 2013.
Salalahua, makanan khas orang pariaman, katanya cuma orang pariaman yang bisa buat. Sepanjang hari, tidak kenal pagi, siang, sore dan malam, rasanya cuma ada makanan berat. Sempat saya berfikir, bila saya tinggal di sini mungkin saya menjadi sangat gendut karena makanannya. Jus pinang menjadi minuman bersenasi tinggi, dicampur telur itik, susu dan madu membuat rasa menjadi kaya, tidak hanya itu, jus ini juga mampu meningkatkan keperkasaan. Untuk makanan sendiri saya sering melihat kunyit dicampur ke segala kuah.

Sejak kelas 1 SD sampai saat ini, walau saya sudah pindah rumah, selalu saja tetangga saya ada orang minang. Sehingga tidak asing bagi saya mendengar logat-logatnya, namun kini lebih seru karena mendengarkan langsung logatnya. Tapi kata teman saya yang bernama mbul, “ngomongnya cepet-cepet amat ya, udah cepet, gak ngerti lagi… pusing gue…”.
Foto : Wajah-wajah orang minang, Januari 2013. (Maaf gak bilang2)
 Selain itu, sudah beberapa kali saya dekat dengan wanita yang berasal dari minang dan sudah dua kali kerja di perusahaan yang direkturnya wanita dari minang. Sehingga saya sering memperhatikan wajah-wajah orang minang, serta karakternya. Saya akui, melayu minang memiliki khas tersendiri dibanding wilayah-wilayah lain di Indonesia. Kebanyakan dari mereka wanitanya cantik-cantik kuat pendirian dan laki-lakinya ulet pejuang keras dalam bekerja.
Foto : Perjalanan di Sumbar, 29 Januari - 1 Februari 2013.
Terlalu banyak yang ingin saya tuangkan di sini, yang jelas Sumatera Barat begitu indah, sejuk dan memesona. Sampai akhirnya saya kembali ke Jakarta, ternyata baru saja wanita asal minang menjadi puteri Indonesia.      
 Foto : Bayu, Daydeh dan Danu (Tim Wasaiga)... Januari 2013
Wasaiga merupakan komunitas peduli bencana alam di Indonesia, baru dibentuk tahun 2012 non profit. Wasaiga bertujuan untuk membantu mengurangi resiko bencana dengan ilmu yang kami miliki sebagai anak lulusan geografi. Dengan peta dan keruangan kami belajar memahami kearifan lokal dalam menangani bencana. Kami juga terus membukan dan mencari link dalam perjalanan ini seperti ke PMI, PMR, Kampus-kampus, BPBD dan BNPB. Diharapkan dengan adanya komunitas yang peduli bencana maka kita sebagai anak bangsa yang hidup di daerah rawan mampu menangani bencana dengan baik. Perjalanan ke depannya kami tidak hanya ingin dihuni oleh alumni-alumni geografi tetapi siapa saja yang mau bergerak.
Keterangan : Foto-foto diambil tanpa diedit sama sekali...
Foto : Wasaiga dengan PMI Kota Pariaman (Roni, Putra, Uda Dedi, Fadil, Danu, Mbul)