Tuesday, March 24, 2009

apa adanya..


Temani aku di sini… tetaplah di sini dan jangan pergi

Jangan biarkan aku sendiri

Pergilah dari sini… tak usah mendekap ku lagi

Tak usah mendekap dan menggenggam ku

Jangan bawa otak mu yang pintar jika ingin bersama ku

Jangan bicara dogma di dekat ku

Apapun yang terjadi…

Cinta hanya butuh kesederhanaan

Berjalan apa adanya…

Friday, March 20, 2009

Warna


Sebuah bintik putih antara kegelapan

Dari suasana yang tak pernah ku rasa

Terlihat tanpa ku raih

Sekilas berwarna

Genit sikap menggoda

Tarian yang tak pernah ada

Semampai mainkan hati

Disembunyikan kata-kata

Nampak mu... birukan nyiur udara

Tangga-tangga senyum kepercayaaan

Angin mu... manjakan mata

Sampai meluap nafas itu

cappucinno rasa strawberry


Memandang mu bagaikan langit sore

Di dekat mu bagaikan udara pagi

Menyentuh mu bagaikan air gunung

Ingin rasanya aku mencium mu

Memeluk dan menelanjangi mu

Di tengah malam

Seperti rasa strawberry

Asmara merah yang berlabuh

Bagai malam dengan cappucinno

Gairah yang tak pernah mati

Aku… jatuh cinta

Bagai cappucinno rasa strawbery

Wednesday, March 4, 2009

mendekati kata "ya"

foto : daydeh & mom.. (im not alone)


Orang yang cerdik selalu hati-hati dalam keramain,

orang bijak paling hati-hati saat sendiri… jadilah orang yang bijak.

Gunakan senjata yang kita miliki dalam menghadapi masalah, jangan mengeluh dan jangan merasa kita tak punya apa-apa.

Persiapkan senjata saat kita sendiri, karena tak ada kesepian dalan kesendirian.

(Mario Teguh)

Untunglah di negeri ini masih ada orang sepertinya, Mario Teguh dalam acara Golden Ways minggu kemarin berhasil membawa otak ku berfikir tentang kehidupan tanpa ada paksaan.

Dia mengibaratkan hidup sebuah garis-garis lingkaran yang mendekati cahaya, suatu saat orang akan melewati garis tersebut. Namun, jika seseorang tak segera menarik kembali dirinya di dalam garis tersebut, bagaimana Tuhan akan memberi keajaiban dengan memberi kekuatan dalam diri. Setiap seseorang melewati garis tersebut maka, orang tersebut telah mengurangi kualitas pribadinya.

So.. saat sendiri dan saat keadaan tenang, hendaknya harus lebih hati-hati dalam menjalani hidup. Hidup sebuah rangkaian kata “ya” yang akan semakin besar ketika semakin mendekat sampai akhirnya ucapan “ya” semakin besar dan meyakinkan.

(kllo gak ngerti...langsung tanya daydeh)

foto : daydeh & wandi, 2006

lubang dalam hati

foto : sore selat sunda

Ku buka mata dan ku lihat dunia

Telah ku terima anugerah dan cintanya

telah pernah aku… menyesali yang ku ingat

tapi ku sadari ada lubang dalam hati

ku cari.. sesuatu yang mampu mengisi lubang ini

ku menanti jawaban apa yang di katakana oleh hati

apakah itu kamu, apakah itu dia..

selama ini… kucari tanpa henti

apakah itu cinta, apakah itu cinta..

yang mampu melengkapi lubang di dalam hati

(yang akan mengisi lubang di dalam hati)

Ku mengira hanya dia tlah ku jawabnya…

Tapi ku sadari, bukan itu yang ku cari

Ku teruskan perjalanan panjang yang begitu melelahkan

Dan ku yakin ku tak ingin aku berhenti

Lubang dalam hati (Letto)

Sunday, March 1, 2009

logika dan perasaan... (sulit di mengerti)

Aku tak memaksakan rindu

Tak terjawab…

Masih dalam naungan yang tak ku mengerti

Namun aku rindu…

Dia tak mengerti, tak tahu atau pura-pura tak tahu…

Merasakan namun ditepis

Terpojokkan antara kabut-kabut

Atau memang cinta…

Sampai saat ini, aku masih belum tahu apa yang mesti ku lakukan jika rindu datang. Aku juga tak mengerti mengapa rasa cepat sekali berubah-ubah hingga sulit untuk mendengarkan suara hati. Hari ini aku rindu padanya, esok pada yang lain. Hari ini mengaguminya, besok pada yang lain.

Interaksi yang terjadi sungguh sulit ku pahami, aku cuma bisa merasakannya. Ku pendam dan membiarkannya menyiksa diri ini. Dekatnya, membuat hayalan ku melayang di awan. Kesejukan-kesejukan datang satu persatu membuka langit.

Logika, aku butuh wanita yang mampu menemani ku berjalan di awan.

Kenapa Takut

Kenapa manusia takut… takut bicara di depan, takut bertanya, takut salah, takut miskin, takut bicara jujur, takut setan, takut kalah, takut ditolak…. kenapa ya?

Menurut saya, semua ini karena pandangan pikir yang berlebihan, padahal semua hanyalah perjalanan. Pada intinya aku, kamu dan dia, akan mengalami kematian? hahaha…

Kalau ujung-ujungnya mati, kenapa harus takut? yang penting bagaimana setelah mati. Inilah yang diajarkan agama maupun aliran-aliran kepercayaan yang ada di bumi. Percaya atau tidak, karena ini pula terbentuklah pembangunan manusia yang sangat hebat. Mulai dari organisasi besar sampai geng kecil, mereka semua mempunyai aliran. Peperangan dan Persaudaraan juga didukung dengan adanya aliran kepercayaan, aliran yang sama akan membentuk kelompok yang sama.

Dengan membicarakan aliran kepercayaan ini, saya harus yakin dengan sebesar-besarnya bahwa semua kesulitan yang saya alami tak lebih untuk membuat diri saya sendiri menjadi lebih baik. Sehingga saya tak perlu takut pada apapun dan siapapun, kecuali pada yang saya yakini bahwa ada yang menciptakan semua kehidupan ini. Jelaslah bahwa saya memiliki keyakinan, yang saya yakini akan membawa saya terbang, melayang dan menari di awan.