Tuesday, December 11, 2012

Jangan Pergi 12 12 12

Apapun itu yang melekat dalam sanubari hati dan pikiran, saya benar-benar merasa bersalah. Seperti ada yang hilang, mungkin semangat yang dahulu pernah menjadi raja dalam segala tindakan. Dari segala waktu yang telah dilewati, dan pasti terlalui, saya benar-benar ingin minta maaf kepada daydeh. Seorang yang tidak lagi bisa disebut anak, sebuah nama yang terangkai oleh kekonyolan.

Selama waktu itu berlalu, ada suatu hal yang paling dalam yang pernah saya lalui, dan pastinya di penghujung masa SMA lah semua itu terbentuk. Menjadi rahasia kekuatan yang tak pernah saya bayangkan, dari sebuah rasa yang paling indah yang pernah dirasakan. Justru... sampai saat ini, cuma masa itu yang paling menggetarkan hati.



"Jangan pergi tinggalkan diriku.... aku takut nanti ku terjatuh.... 
Jangan pergi tetapkau disini... bawa aku kedalam pelukmu..."
Setidaknya lagu Sayang dari Rasa Band selalu mengingatkan saya saat muda, saat SMA yang begitu penuh energik dan semangat. Begitu hebatnya keyakinan saya dan prediksi saya terhadap sesuatu dan masa depan saat itu. Sampai akhirnya ternyata apa yang saya simpulkan sejak dahulu, menjadi kebenaran saat ini. "Para pemimpin negeri ini, dan para manusia mapan saat ini adalah pembohong dan penjahat, mereka tidak akan peduli sama orang-orang yang berjalan di bawah dengan pontang-panting."

Lagu itu, yang membuat saya rindu pada segala yang membuat hidup begitu berwarna. Dari sebuah mulut yang dahulu tak pernah berani bicara sepatah katapun... sungguh, dahulu saya takut bicara tentang hidup, tentang cinta dan cita. Cuma bengong menghayal jauh menembus awan-awan yang bersayap jingga tanpa ada batas. Yang akhirnya segala kata yang tak mampu diucapkan menjadi rangkaian kata-kata membentuk kalimat yang hanya mampu dimengerti oleh saya sendiri.

Satu lagi lagu dari Rasa Band yang masih saya sukai, yang menjadi warna saat dulu... ini lagunya :

Waktu yang hina...

Gerak-gerik ku hancur terurai terbang ke langit
Berdebu tanpa arah yang begitu fana
Aku hina...
Tanpa sadar dan tanpa arti...

Aku bagai untaian daun-daun kuning...
Kering tanpa klorofil nafasku
Aku terperangkah...
Dengan akal sehat yang sedikit rusak

Camar selalu bersaut-saut tentang kasih
Jelas hatiku mati...
Namun aku ingin hidup
Bangkit semangat jiwa sadar
Maafkan aku waktu...
maafkan aku waktu...

Thursday, November 29, 2012

Apa-apaan ini…

Hidup yang tadinya begitu sederhana, kini di bobrokin dengan segala kemewahan buatan luar negeri. Apa-apaan ini, hidup yang tadinya hanya sebuah kata yang sederhana kini menjadi ribet, begitu banyak teori-teori model, padahal ujung-ujungnya kehidupan adalah kematian. Seolah-olah, hidup harus keras… keras sekali berjuang menuju kemapanan. Tak bisakah kita santai sejenak?

Sulit dimengerti memang, selalu saja sulit dipahami bagi orang yang otaknya pas-pasan. Bila ingin enak, maka saat kecil banyak-banyak belajar dan les seperti anak-anak kota sekarang, setidaknya berprestasi. Padahal tidak mungkin semua orang berprestasi. Ahhhh… sial…. entah siapa yang membuat sistem seperti ini. Yang akhirnya semua orang takut miskin, takut gagal dan takut tidak memiliki harga diri.

Semoga saja, saya tetap bertapak di permukaan bumi walau hayalan saya menari di awan. Dan kini saya sadar mengapa kita diciptakan berpasang-pasangan… karena itu tempat berduka lara bersama agar beban hidup yang berat ini menjadi lebih mudah.

Dan begitu lelahnya, bila semua dilihat dari angka-angka prestasi. Aku manusia…. bukan boneka, bukan binatang yang terus-terus diseret agar sesuai majikannya.

Tuhan…. aku manusia… aku ingin bersama manusia lainnya, bukan cuma duduk di kursi dari pagi sampai sore. Bukan cuma keluar rumah lalu balik lagi kerumah… Aku manuisa…. aku ingin bersama dengan manusia lainnya…. Aku apaadanya… tak peduli orang bilang apa…. aku manusia….

Dengan segala keromantisan dari auraku, Wahai Tuhan Yang Maha Indah… izinkan aku bernyanyi “bukan aku yang mencarimu… bukan kamu yang mencari aku…. cinta yang mempertemukan dua hati yang berbeda ini…”

Monday, November 26, 2012

Saya tidak suka dengan jalan yang lurus…

Mungkin setiap orang ingin hidup dalam kedamaian, mungkin semua orang ingin kemapanan, mungkin engkau ingin kebahagiaan, mungkin… Dan segala apa yang diteorikan dalam buku ekonomi, psikologi, geografi, sosiologi, kedokteran, dan segala teori dari ilmu pasti dan tak pasti, mungkin adalah kebenaran bagi seseorang… tapi tidak bagiku….

Sekolah-sekolah dan Universitas semakin hari semakin diperebutkan, manusia semakin mencari yang terbaik karena satu hal, manusia takut kualitasnya berkurang. Berlomba-lomba mencari ilmu, maka tidak sedikit orang yang berilmu begitu angkuhnya. Atau berlomba-lomba mencari harta, maka tidak sedikit orang yang berharta begitu pelitnya, mungkin takut hartanya habis.

Sekolah -> Universitas -> Kerja 2-3 tahun -> S2 -> Menikah -> punya anak, punya kemewahan

Begitu lurusnya hidup yang mungkin itu paling ideal.
Saya tidak bisa berbohong kalau setiap kali ada orang pintar yang begitu sombongnya, rasanya saya ingin memukulnya. Dan saya tidak bisa berbohong bila ada orang yang diberi kecukupan rejeki tapi begitu pelit, rasanya ingin meludahinya. Saya tidak bisa berbohong kalau saya tidak suka hidup yang datar. Karena rumah saya adalah alam ini, pintunya adalah udara, kasurnya adalah tanah, atapnya adalah matahari, jendelanya adalah pohon-pohon, bumbu-bumbu makananya adalah manusia di sekelilingnya.

Orang berilmu tinggi dan orang yang memiliki harta yang banyak tapi tidak bisa membantu orang lain menurut saya sama saja bohong…. Dan orang-orang yang bilang nanti kalau ilmu dan rejekinya baik maka dia baru akan membantu orang lain, menurut saya ini adalah orang-orang pembohong. Persetan dengan mereka semua. Kalau detik ini saja seseorang tidak mau membantu orang lain, apalagi nanti ketika dia ada di atas.

Wahai daydeh, jangan pernah bilang orang-orang pecandu narkoba, orang-orang yang sukanya hedon, orang-orang yang tidak baik agamanya, orang yang tidak beragama… “daydeh… jangan pernah bilang mereka orang-orang yang tidak mengikuti aturan etika, agama, dan peraturan pemerintah adalah orang yang lebih buruk dari mu…”

Karena yang sanggup bilang seseorang baik hanya Allah SWT… Allah, Zat Yang Maha Indah, Yang Memberikan Kepintaran Pada Mahluk Ciptaannya, Yang Memberikan Kecantikan dan Ketampanan Seseorang, Apalagi Rejeki… Jelas-jelas Allah Subhannallahuta’ala tidak pernah pilih kasih kepada ciptaanya yaitu manusia dalam memberikan rejeki dan kesehatan… Dan Allah SWT, Zat Yang Maha Pemberi Cahaya dan Penuntunlah… yang akhirnya memberikan Hidayahnya kepada orang-orang yang dikehendakinya… bukan manusia yang bisa merubah manusia lain menjadi lebih baik… bukan…

Masih pantaskah kau bersombong daydeh?
Aku pun terdiam dan tertunduk… Aku malu pada-Mu Tuhan….

Tautan Kata....

Gambar : Patung Putri Duyung Hotel Seruni Puncak Bogor
 Api meringgas bak menggoda
mengalirkan emosi tak berarah
enggan berbisik bagai selimut
manisnya dawai berlabuh sunyi

kemudian berseru sedayu gemulai
ciptakan warna dahulu kala
sebabkan getir sepi bertakjub
berpadu harmoni tetap simponi

Aku, bertautan kata yang sengaja membiarkan 

Tuesday, November 20, 2012

Anggun....

Malam ini, playlist lagu Anggun C Sasmi menemani tulisan ini. Dimulai dari “mimpi” sebuah lagu tentang keteguhan, kesabaran dan perjuangan, dengan lirik-lirik alam dan manusia. Setelah itu, “Snow on the sahara”, pikiran saya terus melayang mendengar suara anggun, lirik dan harmonisasi musik yang berpadu. Dulu ketika anggun terkenal karena lagu ini, justru saya belum menyukai lagunya.

Belum lama saya baru “engeh”, baru sadar ternyata dia (anggun) begitu anggun, sederhana dan tidak sombong. Saya searching di youtube apapun tentang anggun. Ternyata dia ketika diwawancara oleh orang Indonesia selalu saja bicaranya lembut, ramah dan tidak pernah mengeluarkan kata-kata dengan bahasa inggris ataupun bahasa perancis. Bahkan ketika konser di Amerika dibilang bahwa dirinya adalah penyanyi dari Indonesia, dia tidak bilang dari Perancis.

Perjuangan cintanyapun sangat saya kagumi, walau beberapa kali gagal menjalin asmara bahkan pernikahan. Dia tetap saja menghargainya, itu terlihat dari kesabarannya menunggu bayi dari darahnya, yang akhirinya baru memiliki anak ketika usianya diatas 30 tahun.

Yang utama dari rasa kagum saya kepadanya yaitu perjuangannya. Perjuangannya menghadapi rintangan yang munkin kita tidak pernah tahu, dari mimpinya yang ternyata membuat penduduk di dunia khusunya eropa yang menghormati negeri ini (Indonesia). Dia, Anggun… tidak basa-basi… tidak banyak bicara…. dan saya… kagum padanya….
….
Yang ada hanya rasa bersalah, sampai saat ini saya belum menjadi apa-apa, belum menikah, dan belum berbuat apa-apa untuk masyarakat. Rasa bersalah ini, membuat saya terus berdiam menegun takdir. Maafkan saya Tuhan….

Monday, November 12, 2012

Sang Profesor... SMAkelas3 #3

Untunglah saya bersahabat dengan Tri Wahyudi atau biasa dipanggil TW (baca : TeWe), beberapa kali dia menjadi juara umum peringkat nilai di sekolah saya. Saat kelas 2 SMA kami sekelas, dan dia selalu rangking 1, tak tergoyahkan. Kelas 3 SMA saya dan dia sekelas lagi, yang menyebabkan kami begitu dekat. Dia dijuluki “Sang Profesor”.

Sangat berbeda memang teman saat kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 di SMA. Kelas 1 saya dekat dengan Topan yang merupakan preman dengan badan besar dan tinggi, dia jagoan sekolah kami karena saat kelas  1, tidak ada yang berani sama dia termasuk senior-senor kami. Kelas 2 saya dekat dengan anak Gorong-Gorong yang menjadi kelompok terkocak di sekolah kami. Di kelas 3, saya duduk dengan arga, saya sangat dekat dengannya sejak kelas 1 karena kami dari SMP yang sama. Tapi di kelas 3 SMA saya sangat dekat juga dengan TW, karena ada beberapa hal konyol yang kami lakukan di luar jam sekolah, yang kami lakukan berdua.

Tw berkacamata, berambut pendek dan tampangnya cupu, tapi dia ditakdirkan menjadi anak superior karena juara nilai. Sakin pintarnya, dia tidak perlu bersusah payah tes untuk bisa melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi atau ke perguruan tinggi, karena para perguruan tinggi telah melamar dia untuk masuk ke kampusnya. Salah satunya UNJ, dengan cepat, bahkan pengumuman lulus belum keluar sudah terpampang pengumuman bahwa Tw diterima di jurusan kimia di UNJ. Semua temanpun menyalami dia dan kagum kepadanya, termasuk saya….

Tapi tahukah kawan, dibalik itu semua, selama kelas 3 SMA, Tw menjadi guru pribadi saya, guru yang mengajarkan saya tentang mimpi dan cita-cita. Yang akhirnya, lama kelamaan… jiwa preman saya hilang pelan-pelan…

Ini dimulai dari ide Tw yang mengajak saya jualan di hari minggu, di senayan. Kami membeli boneka, gantungan kunci dan pewangi solat Jum’at, beli borongan di Pasar Jatinegara, lalu kami jual di Senayan. Saat itu, kami kelas 3, dan tidak ada satu temanpun yang tau kegiatan kami ini. Teman-teman sekelas kami hanya tau bahwa kami berdua membuat kaos seragam kelas 3 IPA di bandung, kaos yang setidaknya menjadi kenang-kenangan anak IPA karena kaosnya bertulis scientist.

Saya sempat konflik gara-gara pembagian kerja membuat kaos IPA, karena saya terlihat santai dan kurang peduli untuk menagih uang ke teman-teman. Si Tw akhirnya memutus kerjasama kami berdua untuk membuat kaos IPA. Yah… akhirnya saya sendiri yang kerja, saya ke Bandung dengan teman dari rumah, untuk memesan kaos, lalu ketika kaos sudah jadi maka saya ke Bandung lagi. Sendirian akhirnya membuat kaos kenang-kenangan itu… tapi setelah kaosnya jadi, saya tetap memberi satu kaos itu ke Tw gratis sebagai penghargaan, karena bagaimanapun dia ikut membuat ide kaos itu.

Setelah kaos itu selesai di awal-awal kelas 3 SMA, tiba-tiba si Tw ngajakin saya untuk berdagang di senayan, yang sudah saya jelasin tadi sebelumnya. Kami jualan boneka, gantungan kunci dan pewangi. Kami tidak sembarang jualan, pertama kami survei tempat jualan, waktu jualan dan harga di senayan, kedua kami patungan modal, ketiga kami beli barang yang didagangkan, keempat adalah eksekusi.

Malam minggu jam 10 malam Tw datang kerumah saya dengan tas berisi barang dagangan, lalu kami naik bus menuju senayan. Kami jualan di minggu pagi, tapi bila kita datang pagi atau subuh maka bisa-bisa kita tidak dapat lapak tempat dagang, karena para pedagang biasanya sudah siap dari tengah malam, kecuali mungkin bagi yang sudah lama dagang di sana, tidak perlu lagi mencari lapak dagang.

Sangat ingat sampai saat ini, ketika di dalam bus menuju senayan dari menteng, ada pengamen menyanyi lagu begitu indah dan enak sekali didengarnya. “It’s not so bad… you’re only the best I ever had….” lagu best I ever had dari Vertikal Horizon begitu menyemangati saya di perjalanan dagang pertama kalinya di senayan. Saat itu, kami masih kelas 3, saya masih unyuuu sekali…. tidak tahu apa-apa, cuma mengikuti si Sang Profesor, si Tewe.

Kocaknya, senayan kelewatan, malah turun di Slipi. Wajarlah, gelap. Akhirnya modal bertambah lagi karena harus naik taksi agar sampai ke TKP.

Jam 1 malam kami mendapat lapak dagang, lapaknya di depan lapangan ABC senayan. Tepatnya di trotoar, dan di situlah saya tidur bersebalah Tw dengan alas plastik terpal yang paginya digunakan untuk dagang. Tidak menggunakan sleeping bag dan jaket, cuma kaos saja. Tidak menggunakan tenda sehingga atap kosong melompong langsung menghadap langit gelap. Saya masih ingat, saat menghadap langit ketika tiduran, di sebelah kiri saya jalan raya di dalam senayan, sebelak kanan saya Tw, di sebelah kanan Tw saluran air/got. Di ujung sana saya melihat sepasang anak muda sedang pacaran di dalam mobil, di tempat yang gelap. Dan para pedagan lain sepertinya masih sangat sedikit yang datang.

Kejadian paling aneh yang saya alami saat tidur di trotoar itu adalah entah mengapa antara sadar dan tidak sadar, saya melihat banyak sekali mobil, angkutan umum dan motor melewati jalan raya di sebelah saya, padahal jalan di dalam senayan sudah ditutup untuk umum. dan masih di peristiwa itu, saya melihat orang-orang di dalam kendaran pada melihat saya yg lagi tiduran dengan Tw. Ah… kejadian mistis…

Pagi jam 5 kami sempatkan untuk solat subuh di musola terdekat, saya lihat pedagan sudah banyak. Lalu kami bereskan barang dagangan dan kami siap berdagan. Lama-lama yang berolahraga di senayan semakin banyak, dan satu persatu saya lihat mulai terjadi transaksi ekonomi antara pedagan dan orang-orang yang ada di senayan.

Sang professor, si Tw seringkali mulutnya bergetar dan menunduk sambil tangan ditekap. Ternyata dia selalu berdoa agar dagangan kami laku, ketika ada orang yang beli barang kami, dia langsung bilang tuh kan laku. Dan berkali-kali dia bilang ke saya, “kita ini sedang diajarkan oleh alam… liat aja nanti, pasti kita bisa menjadi lebih hebat”.

Saya sendiri heran, kenapa si Tw mempunyai pikiran yang begitu hebat, punya semangat hidup yang tinggi, ternyata dia tidak hanya pintar dalam nilai tetapi juga dalam semangat hidup. Tidak seperti saya, saya terlalu lamban dan slow, tidak memiliki target apa-apa, tidak bermimpi apa-apa.

Hari semakin siang, semakin kami kepanasan dan orang-orang yang olahraga perlahan-lahan sepi karena pada pulang. Akhirnya kamipun pulang dengan beberapa barang yang berhasil kami jual, penjualan kami tidak sampai separuh barang dagangan. Tak apalah….
….
Keajaiban dari omongan Tw ternyata mujarab... ternyata menjadi teka-teki untuk saya sendiri. Bagaimana tidak, ternyata murid cowok anak IPA angkatan kami di sekolah, cuma Tw dan saya yang akhirnya diterima di Universitas Indonesia…. ajaib…

Terimakasih Sang Profesor (Tri Wahyudi)….

Sunday, October 21, 2012

bukan itu

Tidak ada yang lebih indah dalam hidup ini selain melakukan apa yang diinginkan, walau keinginan itu sebuah hal kecil yang menyeleneh dan tidak waras. Dan tidak ada yang lebih mencengangkan jiwa, kecuali membicarakan mimpi-mimpi. Sebuah perjalanan yang tidak wajar dengan segala keluh kesah dan cinta yang merapatkan manusia dengan Sang Pencipta.

Hampir semua motivator dan para kiyai maupun ustad bahkan guru-guru, mereka terus mengempar-gempurkan kesuksesan. Bisakah kau bayangkan teman, kesuksesan dapat menyiksa diri dan melupakan manusia bahwa dia adalah manusia. Sangat sedikit Para motivator dan Kiyai yang membuat manusia menjadi manusia. Karena di dunia ini ada hukum sebab akibat…

Untunglah saya masih dapat mendengar seorang alim ulama yang berkata “lebih baik disangka masuk neraka ternyata masuk surga… daripada disangka masuk surga ternyata masuk neraka…”. Entah mengapa semakin hari saya semakin tidak simpati kepada orang-orang yang terlalu sempurna. Yang berkata “gw gak mau susah… gw gak bisa hidup jorok… gw geli sama ini itu…. “ atau yang suka berkata “sukses itu bisa beli ini… bisa beli itu… punya ini dan punya itu…”. Begitupula dengan orang-orang yang sudah tidak bisa makan di warteg, duduk di warung kopi, dan tidak bisa kena panas karena keringat baunya akan keluar.

Saya memimpikan hidup di eropa lantaran emosi saya yang begitu kuat, saya ingin belajar dari pengalaman yang terus menerus membimbing sebuah langkah yang tidak jelas ini. Bukan saya melarikan diri dari tatanan pemerintahan negeri ini yang berantakan, bukan bermaksud tidak ingin membantu negeri ini. Tapi saya punya mimpi… Mimpi menembus ketidakjelasan hidup, mimpi berjalan sendiri ditempat asing yang dingin menusuk tulang. Bukan kemapanan hidup… bukan itu…

Laku.... SMAkelas3 #2

Siapa sih yang tidak kenal Daydeh? saat dia di IPA I, dia masuk tim sepak bola sekolah, satu-satunya di kelasnya, kebanyakan anggota tim berasal dari IPS. Saat ulang tahun sekolah, daydeh selalu diteriakin para siswi, karena daydeh memang jago nebohongin lawan sehingga lawan banyak yang ketipu dan diapun dengan mudah bisa mencetak gol ke gawang lawan. Lalu siapa yang tidak kenal Daydeh di sekolah? daydeh muncul di panggung musik saat ulang tahun sekolah, dia memainkan gitar sambil menggoyangkan badan dan kepalanya. Semua murid dan guru pasti mengenalnya. Terkenal akan gayanya yang sotoi markotoi…. hahahaa…..

Saya masih ingat, dan sangat ingat masa-masa itu… masa dimana jiwa abg saya keluar penuh dengan beragam kisahnya yang menarik…  sesuatu hal yang tidak pernah saya sesali…

Ketika saya keluar dari wc sekolah tiba-tiba ada wanita yang melambaikan tangannya, wajahnya tersipu merah ranum… cantik putih dan berkacamata, ketika mendekat dia mendekat ke saya, tangan kananya diangkat seperti ingin salaman, saya langsung membalas tangannya… diapun berkata “nama aku ardie…”, saya agak kaget lalu saya balas “gw daydeh…”. lalu siswa dan siswi yang melihat kejadian itu langsung menyurakin “ciyeeeeee….”, dia pun tersipu malu lalu kabur ke kelasnya. Wanita itu adik kelas saya, kata teman saya, dia suka sama saya….. ajiieeee….. ahahahaa….

Entah sebelum ardie kenalan sama saya atau sesudah itu, saya mendapat surat dari orang yang tak dikenal, di dalam surat itu tertulis nama saya “daydeh… daydeh…” lalu di dalam surat itu banyak sekali tulisan “daydeh… kau cinta suciku… kau cinta ku… kau cinta sejati ku” jiahhhaaaaaa…. membaca surat itu, saya yang tersipu malu… di belakang suratnya terdapat nama si pengirim yaitu eliana… dia adalah anak IPS, saya tidak mengenalnya dan tidak pernah bicara kepadanya selama di sekolah.

Ketika di lorong sekolah, di tangga ataupun di kantin. Seringkali saya diajak bercanda dengan wanita-wanita yang tidak kenal tapi mereka seperti kenal sekali dengan saya, terutama dari adik-adik kelas. Sering juga mereka ngirm-ngirim salam tapi tetap saja saya tidak tahu siapa wanita yang dimaksud. 

Jadi terkadang seharian saya serasa seperti artis, seringkali di cie cie in oleh para siswa dan siswi, entah dicengin sama siapa saya sih senyum saja. Di lantai dasar, biasanya di cengin sama siswi kelas 1, di lantai 2 di cengin sama siswi kelas 2, di lantai 4 dicengin sama beberapa cewe IPS kelas 3, dan di lantai 3 di cengin sama temen sekelas. Astagaaahhhh….
… … …
Dearnozic yang artinya daydeh, arga, Arnold, zainudin dan eric merupakan band yang terbentuk dari kelas 1 ini membawakan lagu dari pas band berjudul “bocah” dan lagu fungky kopral berjudul “bagian yang hilang”, dengan karakter rock band ini manggung sangar dan cool di pentas ulang tahun sekolah saat saya kelas 3. Saya dan arga sama-sama dari IPA dan duduk sekelas, yang lainnya IPS, dan tidak ada anak IPA lainnya yang muncul dalam panggung musik ini. Setelah selesai membawakan lagu, dan ketika saya turun dari panggung tiba-tiba Pak Suryadi yang merupakan wali kelas saya waktu kelas satu, muncul langsung memberi salam kepada saya. Sayapun tersenyum dan mengucapkan terimakasih…

Lalu bagaimana cerita daydeh itu… saksikan episode selanjutnya…. hahaa….

Friday, October 5, 2012

Kesan Pertama... SMAkelas3 #1

Kelas 3 SMA lah…. atau di akhir-akhir saya mengenakan seragam sekolah, saya merasa hidup sedang diatas-atasnya, merasa sangat bahagia dan sangat beruntung. Ini gara-gara saya masuk kelas IPA I dimana IPA di sekolah saya cuma ada dua kelas, empat kelas lainnya adalah kelas IPS. Dan bukan main perhatian dan kasih sayang yang diberikan guru-guru kepada muridnya di kelas IPA, karena anak IPA di sekolah kami dianggap pintar-pintar dan penurut.

Namun sayang, minggu pertama kami di kelas IPA menjadi dingin dan merubah segala persepsi para guru terhadap anak IPA, mereka para guru langsung mendapat kesan tidak mengenakkan dari kelas IPA terutama di kelas IPA I, di kelas saya menghabiskan sisa-sisa masa berseragam sekolah.

Kesan itu terjadi saat pertemuan pertama kelas kami dengan guru bahasa Indonesia, kelas kami rebut dan berisik, sedangkan Pak Guru sedang ingin memulai pelajarannya. Tapi karena masih aja berisik kelas kami, si Pak Guru yang bernama Pak Yusuf itu yang sedang berdiri ditengah menghadap kami semua, beliau bertanya “sudah cukupkah ngobrolnya?”

Tiba-tiba semua menjadi hening dan diam, murid-murid saling memandang dan lalu menghadap ke depan. Saat itu terdengar salah satu kawan kami yang menjawab pertanyaan Pak Yususf, semua mendengar anak itu berkata “belum Pak….”. Gara-gara ini semua semakin hening.

Murid-murid sekelas langsung diam ketakutan, takut si Pak Yusuf akan marah meledak gara-gara ada yang menjawab “belum pak…”. Semua muridpun dan Pak Yusuf akhirnya mencari sumber suara itu, mencari suara dengan sangat tenang, dimulai dari pergerakan leher kepala yang memutar mencari sumber suara itu. Mata mereka saya perhatikan mengarah ke jendela, lama-lama mata mereka semua bergerak ke jendela dekat tempat saya duduk, semakin lama bergerak ke atas jendela saya. Saya menghadap jendela tapi tidak ada orang di luar. Mata mereka semua akhirnya turun ke bawah jendela dan akhirnya diketahuilah bahwa anak itu adalah si daydeh… ya…. si daydeh, yang sedang nulis cerita ini dengan jujur.

Guru itu kecewa, saya dipanggil dan tangannya melayang ke arah pipi saya tapi tiba-tiba tangan itu berhenti sebelum menyentuh kulit saya yang pucat pasi. Saya terus menunduk rasa tak berdosa, sambil bicara dalam hati “goblok banget sih gue… ngapain juga gw ngomong gitu…”. Tangan Pak Yusuf berhenti dan tidak jadi menggampar saya, saya langsung disuruh duduk dan kalau enggak salah Pak Yusuf menyudahi pelajaran yang belum dimulai, dan beliaupun pergi ke ruang kelas.

Gak ada yang berani nyalahin saya, gak ada yang berani ngomong sama saya dan gak ada yang berani nyuruh saya minta maaf ke Pak Yusuf sampai akhir kelas pada hari itu. Namun entah kenapa, pas pulang sekolah saya lari ke tempat parkir mencari Pak Yusuf, pas Pak Yusuf mau menyalakan gas motornya saya langsung minta maaf dan mencium tangannya….. Hahaha…. sayang yang melihat kejadian ini cuma teman semeja dengan saya, coba seluruh murid sekelas… pasti mereka pada tepuk tangan. Toh saat itu Malaikat aja pada tepuk tangan… hohooo lebay

Ya setidaknya saya sudah lega, saya enggak mau teman-teman sekelas terganggu dan dianggap jelek oleh guru-guru gara-gara saya…. itulah kesan pertama yang paling manis di kelas 3
……
Beberapa hari kemudian ketika saya sedang memakai kaos kaki setelah solat zuhur di musolah sekolah, munculah Zabroy yang merupakan tim gorong-gorong kelas 2 SMA. Zabroy baru mau solat, sambil membuka sepatunya si Zabroy langsung nanya ke saya “day…. elu hampir digampar Pak Yusuf ya…?”. Saya jawab “iyaa…. tau darimana?”.

Zabroy waktu kelas 2 duduk semeja dengan saya, pas kenaikan kelas 3 dia masuk ke kelas IPS, seharusnya kejadian saya dengan Pak Yusuf tidak diketahui oleh kelas lain. Trus si Zabroy langsung ketawa cekikikan… tawanya senang bukan kepalang trus berhenti dan bercerita “tadi pas kelas gw belajar Bahasa Indonesia, Pak Yusuf bilang anak IPA sekarang bandel dan gak sopan…. bla bla bla bla….(intinya ada satu orang anak IPA yang bangor)” eh si Zabroy ketawa-tawa lagi…. trus ngomong lagi “gw langsung pikirin siapa anak IPA I yang bangorrr, gw cari-cari trus gw langsung nyimpulin… siapa lagi kalo bukan si daydeh yang bangor…. hahahaa,…..” si Zabroy ketawa lagi…. dia lanjut ngomong “kata Pak Yusuf itu anak gak pantes masuk IPA…hahaha…”, eh si Zabroyy makin seneng aja…. dan dia terakhir bilang “yes,,,,, tebakan gw bener…”.

Ternyata kawan, Pak Yusuf tidak hanya cerita ke kelasnya Zabroy… tapi kesemua kelas yang dia ajarin, kelas 3, kelas 2 dan kelas 1, et busehhhh…. gak cuma di kelas, dia juga cerita ke seluruh guru sekolah kami.

Gara-gara kesan pertama inilah, sepanjang belajar mengajar sampai lulus sekolah, kelas kami terasa dingin dan guru-guru seperti pilih kasih dengan kelas sebelah kami yaitu kelas IPA 2 yang selalu dibangga-banggain, yang katanya kelas IPA 2 pintar-pintar, tidak seperti kelas kami. “maafin gue ya teman-teman sekelas….”.

Friday, September 28, 2012

Drama yang Membosankan...

Serius… entah apa yang terjadi dengan tahun ini, sungguh… mimpi sudah di depan mata, jelas… Karena ini, hampir tiap hari saya terbawa mimpi. Berjalan sendiri, ya sendiri di dingin suatu tempat yang ada dalam hayalan. Terserah saya, saya dengan mimpi-mimpi tanpa peduli orang bilang apa.

Saya bosan, jengah dan jenuh serta stak dalam kotak hidup yang ternyata tidak hidup. Saya lelah, tak kuasa hadapi getaran mimpi. Saya sungguh tidak peduli, jadi apa nanti, menikah dengan siapa nanti, berhasilkah nanti… saya diam, ya…. saya cuma ingin mimpi…

Saya melihat salju, mendinginkan jiwa panas yang terlalu hampa. Saya rasakan serpihan hayalan yang berserakan, berterbangan lintasi akal dan pikiran saya. Saya cuma ingin mimpi…

Entahlah, mengapa hidup ini begitu membosankan. Semuanya statis, lihat saja mobil-mobil yang semakin tumbuh subur dalam kemacetan. Entah, para pemimpi tak akan ingin mati dengan satu kisah. Pasti, ingin memiliki banyak puzzle dan mozaik cinta dalam hidupnya. Karena memamng semuanya membosankan.

Dan kalau boleh saya jujur, memang sebagian besar drama yang diperankan sebagian besar manusia adalah membosankan. Dan sebagian kecil peran yang dimainkan para pemimpi adalah orang gila yang melawan jurang-jurang cinta dan ketidakjelasan.

Untunglah awal tahun ini, kira-kira tiga bulan saya hidup dalam kesederhanaan di Jawa Timur, syukur saya panjatkan pada Tuhan, karena disanalah saya merasakan hidup yang sebebnarnya. Saya melihat kesederhanaan, kesopanan dan kesatuan manusia dengan alam begitu akrab. Syukur sekali, sampai-sampai terkadang ingin kembali menetap di sana. Ayo daydeh… bersabarlah…
 

Friday, September 21, 2012

AKu dan Awan...

Sampai saat ini, saya masih suka melihat awan-awan di langit. Sekedar untuk istirahat dari pandangan yang begitu sibuk dan yang berjalan tanpa henti. Dimanapun saya berjalan dan berada, pasti saya akan melihat langitnya, lalu mencari awan-awannya, apakah awan Cyrus, Comulus ataupun Nimbus. Mereka bagi saya adalah sahabat paling jujur dan indah di alam ini.

Bersyukur sekali saya mengenal awan-awan, dan saya yakin merekapun mengenali saya ini. Di malam hari pun saya bisa melihat apakah ada awan dan awan mana yang sedang menari di langit itu.

Setidaknya awan mengajarkan saya tentang kejujuran. Jujur kalau masih ada yang lebih indah dari sekedar kemegahan hidup. Awan-awan selalu hadir dan bercerita pada saya kalau kemewahan dan kesombongan  akan menyiksa diri sendiri.

Biasanya awan mengajak saya bermain di alam yang bebas dan jujur, tapi kini saya begitu sibuk sampai lupa menyapanya. Saya merasa salah meninggalkannya, dan kini saya ingin kembali dipelukannya, sungguh saya ingin dipelukannya, lalu menari di awan dengan jujur. Pernah suatu ketika, ketika saya berada di titik tertinggi Pulau Jawa ini, tepatnya di Mahameru, awan berpesan pada saya agar saya tidak terlalu sibuk mengejar dunia, katanya “kamu tidak akan bisa merasakan hidup seperti awan bila cuma mengejar gengsi dan ingin dianggap hebat oleh orang lain,…”.

Dan di tempat yang semakin dingin itu, yang suhunya entah berapa minus dari 0 derajat itu. Awan-awan menarik dan memeluk saya, mereka mengajak saya tersenyum lalu memaksa saya menari di awan. Saat itulah saya meneteskan air mata, terharu saya dibuatnya. Sebelum awan kembali menurunkan saya dari puncak Mahameru itu, awan berkata pada saya “daydehhhh…. jangan kalah sama dunia, hiduplah sederhana… mudah-mudahan suatu saat kita bisa bermain kembali di tempat-tempat yang eksotis, tempat-tempat yang jauh dari kebohongan dan kesombongan”. Sayapun tersenyum  dan berkata “Pasti…”.

Saturday, September 15, 2012

Keindahan, Kebenaran dan Kebaikan...

“Bila mencari keindahan maka akan memunculkan seni, bila mencari kebenaran maka akan muncul ilmu dan bila mencari kebaikan akan muncul iman…” Qurais Sihab.

Menurut saya 3 pondasi ini perlu dibangun pada seseorang terutama mereka yang ingin keselamatan dunia dan akhirat. Bila 3 pondasi ini ada pada diri seseorang saya yakin mereka tidak akan sombong dan tidak hancur. Saya bukan ceramah, tapi coba perhatikan bila seseorang hanya memiliki ilmu tapi tidak memiliki seni dan iman. Apa yang terjadi? Mungkinkan jadi seorang korupsi?

Atau bila seseorang hanya memiliki seni tanpa iman dan ilmu, apa yang terjadi? Atau orang yang hanya memiliki iman tapi tidak memiliki ilmu dan seni? pikir saja….menjadi teroriskah? menjadi liarkah? menjadi sombongkah? Klo disamakan, 3 pondasi ini seperti otak kanan, otak kiri dan hati. Dimana kebenaran terletak di otak kiri, keindahan di otak kanan dan kebaikan ada di hati.

 saya mencoba iseng-iseng memperhatikan hidup seseorang, lalu saya bandingkan dengan seseorang lainnya, khususnya tentang rejeki. Dimana ada seseorang yang tidak perlu bekerja keras bahkan tidak bekerja tapi rejekinya banyak, karena mereka yakin dengan hanya berdoa tanpa usaha maka mereka bisa mendapatkan rejeki. Di satu sisi lain, saya perhatikan juga bahwa ada orang tanpa berdoa tapi memiliki rejeki banyak juga karena usaha kerja kerasnya banyak. Lalu saya mendapat kesimpulan dari pertanyaan sederhana “klo begitu, bila kita banyak berdoa dan banyak usaha mencari rejeki maka apa jadinya?”

Mengapa saya bercerita tentang seni, ilmu dan iman, dikaitkan dengan rejeki? ya karena untuk orang-orang seusia saya, ini adalah hal yang terjadi dalam hidup sehari-hari. Ada beberapa teman saya yang menurut saya berubah sikapnya entah karena apa, yang dulu asik ngobrol sekarang tiba-tiba sekarang kalau ngobrol jadi sering mengeluh, mengeluh dan menyalahkan orang lain. Berkali-kali begitu dan akhirnya sekarang saya iklhas bila harus kehilangannya, karena setiap orang memiliki cobaan dan ujian sendiri-sendiri yang berbeda. Bila melewati masa itu maka saya yakin seseorang akan menjadi lebih baik.

Perubahan seseorang itu bisa karena apa yang dicarinya dan diinginkannya. Bila dalam menjalani hidup yang dicari hanyalah harta maka apa yang akan muncul? keserakahankah? bila yang dicari jabatan apa yang muncul kira-kira? saling tikam menikamkah?

Saya sangat setuju bila seseorang butuh harta yang banyak, tapi saya lebih setuju lagi bila harta adalah akibat apa yang dilakukan seseorang. Bila seseorang kemampuannya sedikit tapi menginginkan harta yang banyak maka tidak akan ada perusahaan yang mau membayarnya. kembali ke posting-posting saya yang terdahulu bahwa segala sesuatu memiliki proses, bila yang diinginkannya besar maka prosesnya juga besar. Mengapa seperti itu, tidak usah sedih kawan, kalau yang ingin di dapat adalah hal yang besar tapi prosesnya kecil ini bisa berbahaya, bisa-bisa kita berubah menjadi sombong.

Friday, September 7, 2012

Banci...

Anggun C Sasmi pernah bilang saat mendapat penghargaan dari AMI Award, “tanpa mimpi… hidup bukanlah apa-apa, dan mimpi untuk diraih… tidak bisa dengan tidur saja, bangunlah dari tidur, mandi dan kejarlah mimpi…

Kemarin saya chating dengan teman, katanya “You get something… you lost something…” katanya akan ada pengorbanan dalam mengejar sesuatu.

Kenapa judulnya banci? Di sini saya cuma ingin menyindir diri sendiri. Saya menganggap kata “BANCI” lebih tepat disebut bagi orang-orang yang tidak mau bergerak, tidak mau mengambil resiko, dan tidak mau susah. Banci lebih tepat buat orang-orang yang hanya ingin enak tapi tidak mau susah dan banci buat orang-orang yang takut hidupnya gagal…. Entah apanya yang gagal…

Kehilangan sesuatu, atau gagal pada suatu hal yang paling dinanti biasanya sangat ditakuti. Menurut saya banyak orang yang takut miskin dan takut gagal pernikahan, bahkan saya pun terkadang berfikir seperti itu. Tapi menurut saya itu sangat berlebihan, ketakutan akan kegagalan seperti itu tidak patutnya ada. Wajar bila seseorang gagal dalam hal apapun, dan itu bukan menandakan orang yang gagal lebih buruk dari yang berhasil. Mengapa? Karena ada sekenario Tuhan dalam kehidupan ini, yang terus menerus menjelma menjadi misteri. Kecuali bagi mereka yang tak mempercayainya…

Menilai orang salah dari kehidupannya yang berantakan dan ketidakpastian, menurut saya juga tidak benar, sekalipun yang bilang itu adalah orang yang baik agamanya. Bahkan bisa jadi orang terlihat baik agama dan kehidupannya, ternyata Tuhan lebih menyukai yang berantakan, bisa saja kan?

So… apa hubungannya kalimat demi kalimat di tulisan ini? Mmm… saya cuma ingin mengingatkan diri sendiri agar tidak terlalu berharap pada keberhasilan sempurna, semuaaaaa….. kesulitan, kesedihan, airmata dan tawa adalah anugerah yang jelas untuk disyukuri. Lalu lekas mandi dan kejar, kejar dan kejar… meskipun harus kehilangan sesuatu…

Monday, September 3, 2012

Gorong-Gorong kelas 2 SMA

Tepatnya kelas 2 SMA, saya duduk dipaling belakang bersebelahan dengan Zabroy, di depan saya ada Totem dan Bayu, di depannya lagi ada Idam dan Tw (laki2), dua meja paling depan diisi wanita. Zabroy, Totem dan Bayu, adalah laki-laki kocak di sekolah kami, bahkan si Totem dinobatkan menjadi raja lawak oleh teman2 se SMA kami , Idam & Tw laki-laki cerdas bahkan si Tw saat kelas 1 pernah menjadi siswa dengan nilai tertinggi di sekolah kami. Tapi anehnya, kami berenam ini tidak ada yang menjadi laki-laki bener seperti anak musolah atau anak Rohis. Saat itu kami mungkin seperti OVJ (opera van java), karena kelas menjadi sangat ramai dan ceria bila ada kami, dan akhirnya kami menamakan geng kami “Gorong-Gorong”…  nama yang aneh.

Kami berenam sangat frontal, mulut kami berganti-gantian bicara baik ada guru ataupun tidak ada guru, entah tentang tebak-tebakan ataupun tentang nilai, dan kami memiliki tim favorit bola berbeda-beda. Hebatnya, justru 10 besar nilai terbaik di kelas kami ini dikuasai sama sederet tempat duduk kami. Tentu saja rangking 1 tidak berubah, selalu saja si Tw, lalu si Idam menjadi pria kedua nilai tertinggi setelah Tw, Idam masuklah dalam 5 besar. Sedangkan saya hanya 10 besar atau pria ketiga nilai tertinggi setelah Tw dan Idam. Nah, setelah saya ada 10 besar lainnya yaitu Totem yang bersaing sama laki-laki seberang deretan kami.

Tim gorong-gorong ini sangat iseng anak-anaknya, kalau udah bosen ngisengin anak-anak sekelas maka ngisengin kelas sebelah, atau terkadang guru pun diisengin. Pada pelajaran sosiologi, saya disuruh ke WC untuk membersihkan WC sekaligus cuci muka, gara-gara tidur saat si guru sedang mendongeng dengan buku sosiologinya. Pada pelajaran biologi saya disuruh keluar kelas dan tidak boleh masuk setiap pelajarannya, gara2 saya memotong-motong sebatang hapusan pensil lalu potongannya saya lempar-lempar ke beberapa temen alias iseng aja menyambit temen2 yang lagi pada konsentrasi mendengarkan pelajaran biologi oleh guru kami. Trus gimana bisa masuk kembali? Ya gara-gara saya dipanggil guru BP konseling agar saya meminta maaf dengan guru biologi tersebut. Akhirnya setelah seminggu lebih saya tidak ikut pelajaran biologi, sayapun minta maaf dan bisa kembali mengikuti pelajaran biologi. Dan ada beberapa guru lagi yang saya isengin diantaranya guru fisika dan bahasa.

Tapi yang paling parah saya lakukan adalah menyobek-nyobek kertas menjadi kecil lalu dikumpulin pada sebuah ember kecil. Ini gara-gara tidak ada guru yang mengajar pada waktu yang cukup lama, sampai akhirnya teman2 saya mengikuti saya menyobek-nyobek dan dikumpul pada ember lain yang lebih besar. Nah, dari lantai 3 kelas kami, pada jam pulang sekolah ember itu saya ambil lalu saya lempar potongan2 kertasnya ke udara sehingga seperti hujan salju. Abis itu saya kabur dan saya sendirpun kagum melihatnya… dan semua murid sekolah melihat kejadian itu…

Salahnya saya, saya tidak mikir kalau di bawah kelas saya adalah ruang guru. Wahhh….. besoknya saya dipanggil sama salah satu guru wanita, untungnya dia tidak marah dan hanya meminta saya tidak mengulanginya lagi…. “Makasih ya bu…

Gorong-gorong semakin terkenal sampai ke adik kelas, karena kami kemana-mana selalu beramai-ramai, dan selalu rame bikin orang ketawa. Hal rutin yang kami lakukan dikala pulang sekolah yaitu pergi ke rental PS untuk main bola PS, dan yang paling sering juara ya saya, terkadang si Idam karena idam memang jago dan punya PS di rumahnya.

Sekali lagi gorong-gorng emang anak2 yang rusuh, sampai-sampai teman kami pernah ada yang nangis ketika di cak atau diledek. Guru suka stress karena kelakuan kami, tapi guru-guru selalu kagum dengan prestasi nilai-nilai kami. Dari banyaknya cowo di kelas kami, cuma Tw, Idam dan saya yang akhirnya masuk IPA, yang katanya lebih disayang sama guru… asiiiik di sayang nih ye…

Friday, August 31, 2012

“Segala sesuatu yang besar tidak bisa dilakukan dengan mudah…”

Emosi saya naik sekali ketika secara tidak sengaja melihat acara TV menggapai Puncak Rinjani oleh salah satu TV swasta di Indonesia. Melihat video tersebut membuat hati naik pitam dan memancing mata untuk turun karena saya, saya pernah ke Rinjani Guys… saya tahu persis seberapa indahnya di sana, dan sampai saat ini saya melakukan perjalanan, Gunung Rinjani masih menjadi yang paling indah di hati saya.

Sayangnya sudah dua kali saya mendaki Gunung Rinjani, dua-duanya baru sampai ke Pelawang Senaru, belum mencapai puncaknya. Karena saat pertama saya ke sana bulan agustus 2009, saat itu anak gunung rinjani yang terletak di tengah Danau Sarakan Anak sedang meletus, dan itu menjadi pertama saya melihat lahar secara langsung. Yang kedua kali saya ke lombok awal 2011 saat itu sedang musim hujan yaitu bulan februari jadi gak boleh ke puncaknya... cukup pelawangan senaru lagi. Sangat indah dan misteri guys….

Tahun ini, tahun 2012 saya seperti kehilangan diri saya yang sebenarnya. Berawal dari pendakian pertama saya tahun 2007 ke Gunung Gede, sampai tahun lalu minimal saya sekali naik gunung. Tahun ini begitu statis…. Kerinduan saya pada gunung mencapai puncaknya…. Sambil mengetik ini, sesekali air mata saya seka agar tak turun, saya…. Rindu naik gunung… bahkan dengan berani saya menancapkan mimpi untuk mendaki gunung yang bersalju serta Pegunungan Himalaya, syukur-syukur bisa ke Evrest…

Ada satu hal yang harus diingat pada siapa saja bagi para pendaki yaitu : “Jangan ambil apapun kecuali gambar, jangan bunuh apapun kecuali waktu dan jangan tinggalkan apapun kecuali jejak kaki... “. Tapi kira-kira boleh gak ya meninggalkan jejak hati…. #Eeeaaa…

Ini berikut saya tunjukan pada teman-teman betapa indahnya Gunung Rinjani pada tahun 2009 serta lahar yang sempat terekam… oh iya di video ini, saya masih kurus, dan beberapa hari sebelumnya saya dinyatakan lulus kuliah di sidang skripsi, dan saat itu saya belum di wisuda… Indahnya hidup saya saat itu…. Alhamdulillah....


Kini saya percaya bahwa “Segala sesuatu yang besar tidak bisa dilakukan dengan mudah…”.

Wednesday, August 29, 2012

Nyali naik turun...

Sekolah di daerah Manggarai emang bikin nyali naik turun, apalagi bila sekolah di tempat musuhnya tempat tinggal kita. Seperti saat saya SMA, tinggal di kampung A yang bermusuhan dengan kampung B, dan saya sekolah di kampung B.Awal-awal SMA kelas 1 si Arga sedikit iseng yang ketauan sama kaka-kaka senior, wal hasil si Arga digebukin sama segambreng anak senior kelas 1 dan 2. Gila ya… kejadiannya, waktu senior main bola si Arga bilang “woi… ngadu yuk.. takut apeee..”.

Emang deh mulut itu harus dijaga, kalo enggak bisa berabeee…. Tapi itu enggak berlaku sama saya, soalnya di kelas 1 SMA saya duduk dengan Topan. Topan ini anak berbadan tinggi, gede, hitam dan berotot, dia dipanggil Ambon sama temen-temennya. Topan tinggal di kampung B alias deket SMA saya, so… semua anak kelas 1 sampe kelas 3 kenal semua sama dia. Dan dengan gaya jagoan dia waktu SMA kelas 1, dia bilang ke anak2 yang ngegebukin si Arga “awas aja loe semua ikut ngegebukin temen gue si Daydeh… urusannya sama gue” ancem Topan ke senior.

Masih tentang Topan, dia emang seperti angin topan, serem banget… pernah pas kelas 2 SMA dia lagi jalan terus tiba-tiba nonjok anak kelas 1 yang lagi jongkok, padahal itu yang jongkok badannya gede dan item pula sama seremnya. Trus Topan bilang ke saya “abisnya dia ngeliatin gue, tampangnya gak ngenakin… kayak jagoan, ya udah gue tampol aja…”. Haha… sumpah ya itu si Topan, ternyata di kampungnya Topan sangat terkenal tukang berantem, apalagi abangnya yang jagoan kampung.

Di kelas 1 SMA saya duduk semeja dengan dia. Et busenggg ini orang badannya doank gede, otaknye kosong… setiap ujian dia selalu nyontek sama saya. Ckckckc…. Ya udahlah saya ngalah daripada bonyok, haha…. Karena saya deket sama Topanlah akhirnya saya tidak pernah berantem sama temen SMA, yaiyalah… siapa yang mau ancur digebukin Topan klo temennya si Daydeh disakitin. Hahaa….

Tapi siapa sangka, tahun akhir SMA dia pacaran sama temen SMA kita, lalu mereka beberapa tahun kemudian menikah dan sekarang dikaruniai anak ganteng, karena si Topan sekarang terlihat ganteng dan isterinya juga masuk dalam 10 wanita tercantik di SMA kita. Wow….

Friday, August 24, 2012

Lelahnya dia 4 kali lipat dari saya & nikmat saya 4 kali lipat dari dia…

Saya tidak akan pernah lupa masa-masa sekolah, terutama SMP dan SMA. Saya memiliki teman yang sangat akrab di SMA karena dia berasal dari SMP yang sama dengan saya. Namanya Arga, dipanggil sama keluarganya Angga… dan panggilan premannya atau bahasa alaynya Egge. Hehe… ini anak lebih hitam dari saya, lebih pendek dari saya, dulu kita sama-sama kurus tapi sekarang saya sudah gemuk. Tapi ini anak jenius sekali, otaknya diatas rata-rata alias pinter IQ nya dan yang paling hebat, gonta-ganti pacar mulu dari dulu sampe sekarang. Hahaha…. Udah gitu pacarnya cakep-cakep lagi, putih-putih lagi… hebat ya….

Karena rumah kita berdekatan akibatnya pergi dan pulang sekolah seringnya bersama, naik bus atau jalan kaki agak jauh sering kita bareng-bareng. Jadi segala jenis kebusukan dan kehebatan kita masing-masing mungkin saling kita ketahuin. Saya selalu dikasih contekan kalo ujian English (Upsss… makanya gw bego sampe sekarang, gak mau bljr sih dulu). Kita punya band yang sama dari kelas 1 SMA - 3 SMA, saya dan arga menjadi gitaris tapi tetep aja dia lebih jago maen gitarnya (haha…). Kalo main sepakbola nah saya lebih unggul, saya selalu jadi tumpuan alias striker yang sering neggolin gawang lawan, sedangkan dia jadi bek (hehe…). Pacar, nah jelas kalo ini gue kalah telak, entah dia berapa kali ganti semenjak SMA, sedangkan gue cuma satu…. Itu pula sebentar banget & gak pake tembak2an langsung jadian aja trus putus ya putus aja gak jelas banget (Hahaa… udah merid lagi dia sekarang). Keunggulan saya yang lain, saya jago maen bola Playstation, dia malah gak bisa maen PS (hehee… gak penting).

Banyak hal lucu yang kita berdua alamin dan hanya kita berdua yang tahu… beberapa diantaranya yaitu waktu SMA kelas 3 kita selalu bangun lebih awal dan jam 6 pagi sudah ada di jembatan tempat kita biasa naik bus. Tau gak ngapain kita dateng pagi-pagi padahal masuk sekolah jam 7 pagi dan perjalanan ke sekolah paling cuma 15 menit. Tau gak ngapain?????

Yakkk… kita selalu dateng pagi-pagi supaya kita berdua bisa ngeliat Marshanda berangkat sekolah. Bila ada mobil kijang warna krem berplat nomor B 8660 _  kita langsung berdiri dan mendekatinya karena pasti dia akan jalan pelan-pelan disebuah belokan, dan disaat itulah dunia bergerak sangat lambat dan kecantikan Marshanda yang saat itu sedang naik daun karena film Bidadari dan saat itu dia masih SMP. Kecantikannya membuat pelangi-pelangi angkasa turun mengelilingi kita berdua. Hahaa…. Sumpah kocak banget kalo inget ini…..

 Terusss…. Karena seringnya kita nongkrong nungguin Marshanda, tiba-tiba aja ada anak SD cantik banget dan tinggi dia sering lewat tempat kita nongkrong itu, eh dia minta kenalan sama kita…. Arggggggg Gubraaaaaaaaaaaaaakkkkkkkk….. Gokil banget sumpah…. Dan masih ada satu lagi, di tempat kita nongkrong itu juga suka lewat anak SMP yang cantiknya luar biasa. Jadi klo saat kita nongkrong bertemu dengan ketiga wanita cantik itu, maka hidup kita berdua terasa sempurna… jiaaahhhhh lebayyyy… tapi emang begitu sih kenyataannya…

Dari sekian banyak kita nongkronging Marshanda, 90 % pasti ngeliat Marshanda, kadang dia sambil makan, kadang sambil sisiran kadang lagi bengong, dia pasti duduk di samping supirnya, dan posisi Marshanda memang pas dengan posisi kita nongkrong. Pernah suatu ketika saya bawa kamera terus mendekatinya dan memotonya. Hehee…. Sampai akhirnya Marshanda tau kalo kita sering ngeliatin dia dan akhirnya dia selalu menyapa dan tersenyum pada kita kalo bertemu…. Ahhhh… prikitiiwwww…

Nah, ketika saya sampai di kelas, biasanya teman2 sekelas langsung nanya, “gimana tadi ketemu Marshanda gak?” (hahaa…, karena klo ketemu saya biasanya langsung bawel dan cerita sama temen sekelas)………..

Empat hari setelah lebaran saya datang kerumah si Arga, dia sekarang tinggal di Cilebut bersama keluarganya, dia belum menikah sama seperti saya. Pertemuan itu sekaligus mengingatkan saya pada memori klasik masa SMA yang begitu lucu. Pasti, obrolan laki-laki mentok di kerjaan. Dia sekarang kerja di Serpong, kalau naik motor minimal butuh waktu 90 menit dari rumahnya dan dia tidak ngekos alias bolak-balik kantor-rumah tiap hari. Beda dengan saya yang cukup dengan 20 menit sudah sampai kantor. Ini berarti keletihannya 4 kali lebih besar dari saya, dan ini membuat saya malu dan bersyukur. Ketika bercerita tentang gaji, astagaaa… gaji saya 4 kali dari gajinya. Perlahan air mata saya ingin turun tapi tidak saya izinkan saat itu…. Padahal si Arga sering mendapat tugas ke luar kota namun tidak pernah ada uang lapangan.

Namun, ada hal yang paling saya kagumi dari cerita sahabat saya itu, dia bilang “gue bersyukur kerja di kantor yang baru ini…. Walau gajinya masih minim tapi gak dari rejeki yang haram…” terus dia lanjuting “gue yakin nanti juga akan berubah, yang penting sekarang gue terus belajar dan tingkatin kemampuan biar gue tau seberapa pantas gue digaji…”.

Mendengar ucapannya seperti mengiris-iris nadi, saya sangat bangga dengan sahabat saya itu. Betapa mulianya orang yang menerima cukup dari apa yang diterimanya tanpa melakukan hal yang curang. Kata dia, “tapi gue sering dapet kerjaan lain yang menutupin kantong gue walau itu cuma kecil-kecilan, yang penting halal lah…”.

Makna Idul Fitri memang kembali ke fitrah….

Banyak orang atau mungkin kita sendiri lupa bahwa kita cuma manusia, terkadang keinginannya besar dan terkadang untuk mencapai keinginan itu dilakukan dengan cara-cara yang salah. Bahkan dua hari sebelum bertemu arga saya sempat diskusi tentang rejeki dengan salah satu sahabat kuliah, dia bercerita tentang betapa buruknya sistem yang berlaku dalam dunia pekerjaan di Indonesia terutama yang berhubungan dengan pemerintah dan swasta di pihak ketiga. Yang bisa menang proyek yaitu mereka yang bisa menyenangkan si pemerintahnya. Hal ini saya akui terjadi diseluruh instansi pemerintah kita. Tapi mau sampai kapan?

Kembali ke fitrah setidaknya mengingatkan saya bahwa hidup ujung-ujungnya mati… kalau hidup di dunia ini aja udah melakukan kecurangan, apalagi nanti di akhirat. Bersyukurlah saya memeluk salah satu agama yang menurut saya begitu indah, yang selalu mengingatkan bahwa di dunia ini tidak ada artinya bila hanya diisi dengan ketidakbaikan. Bisa saja, di dunia ini kita memiliki harta yang melimpah dengan kecurangan, tapi apa iya nanti di alam kubur kita bisa curang lagi? Apa iya setiap kecurangan tidak merugikan orang lain? Dan apakah bila kita merugikan orang lain maka di akhirat tidak akan dibalas?

Surga memang bukan faktor mutlak dalam berbuat kebaikan, karena Surga itu anugerah. Pak Quraish Shihab bilang, “orang-orang yang masuk surga adalah orang-orang yang diberikan anugerah oleh Tuhan, dan kita sulit mengetahui siapa yang akan masuk surga, bahkan saya sendiri belum tentu masuk surga”. “Agama ini mengajarkan untuk berbuat baik, dan berakidah agar tidak sesat di dunia, agar tidak terus menerus dibudakin oleh nafsu”, masih kata Pak Quraish. “Bila kita ingin mudah mendapatkan cahaya dari Tuhan syaratnya yaitu buka hati dan buka pikiran”, dengan lembut ia berkata.

Setidaknya dari situ saya sadar, betapa kebahagian dan kenikmatan memang tak bisa terukur dari apa yang dimiliki seseorang. Rasa syukur yang begitu indah saya alami di masa sekolah tidak bisa debeli dengan uang. Hanya orang-orang yang fitrahlah yang selalu bisa merasakan berkahnya hidup. Pak Quraish Shihab bilang, “setiap tindakan dan perilaku selalu dipengaruhi oleh hati manuisa, bila hatinya baik maka akan menjadi baik, dan bila kotor maka perilakunya juga kotor…. Dan hati yang baik ataupun kotor ini sangat dipengaruhi oleh apa yang dimakannya… bila yang dimakan berasal dari rejeki yang haram maka hati sulit untuk menjadi bersih… oleh karena itu janganlah kita terima rejeki yang bukan haknya….”.

Yang terjadi saat ini, orang tua menutup-nutupi asal usul rejeki yang didapatnya untuk membahagiakan keluarganya dan anak-anaknya. Bahkan banyak anak-anak yang mendapat kenikmatan besar seperti diberikan jajan, gadget, motor dan mobil yang sangat besar dan mewah, yang diberikan orang tuanya tapi orang tuanya mendapatkan rejeki dengan cara-cara yang salah. Orang tua itu tetap dianggap pahlawan oleh isteri dan anak-anaknya, tapi dengan cara yang salah itu… apa tidak mengganggu dan merusak kehidupan keluarganya. Karena kita tahu bahwa Tuhan sangat adil, perbuatan baik pasti dibalas dengan kebaikan dan keburukan pasti dibalas dengan keburukan, yang bahaya bila pembalasannya ditangguhkan sampai masa perhitungan.

Ahhhh…. Buat orang tua yang saya cintai dan hormatin…. Mengapa kita harus melakukan cara-cara yang salah sih, mengapa harus takut keluarga dan anak kita tidak bahagia bila tidak mendapatkan kemewahan. Padahal, Tuhan itu Maha Pemberi Rejeki…. Semestinya, tanpa ada kecurangan…. Rejeki yang didapatkan sama seperti rejeki yang didapat dengan kecurangan. Karena rejeki tidak akan berkurang, bahkan terus bertambah dan bertambah bila sering berbagi kepada sesama terutama dengan yang tidak seberuntung kita. Amiiiiinnnn…………..

Monday, August 13, 2012

Yakin...

Apa artinya ada Tuhan Yang Maha Pemberi Rezeki, bila harus berbohong untuk mendapatkan sebuah nafkah. Apa artinya ada Tuhan Yang Maha Adil, bila hidup terus menerus melihat kekuarangan diri. Apa artinya ada Tuhan Yang Maha Melihat, Maha Mendengar dan Maha Hidup, bila terus menerus melakukan kecurangan. Apa gunanya ada Tuhan Yang Maha Besar dan Maha Agung, bila kita mendahului-Nya dan berkata “itu tidak mungkin…” padahal tidak ada hal yang tidak mungkin bila Tuhan berkata “jadilah maka terjadi”.
Saya percaya, manusia pernah melakukan kesalahan... ada yang besar dan ada yang kecil. Namun saya lebih percaya bila Tuhan Sang Pemberi Maaf akan memaafkan dosa-dosa manusia walau dosa itu sebesar gunung. Oleh karena itu, saya ingin sekali menatap lagi masa depan... bukan untuk diri sendiri namun untuk berjuang dan berkata hitam adalah hitam.
Ahhhh... idealis ini tiba-tiba datang kembali

Thursday, August 9, 2012

Tengah Malam Sendiri...

Tengah malam, aku lintasi jalanan sepanjang Depok sampai Jakarta, dari Jalan Margonda sampai Jalan Sultan Agung. Cahaya traffic di tengah sepi itu, aku diam pada sebuah motor  yang melaju. Secangkir kopi sebelumnya telah menyelamatkan aku dari rasa kantuk hingga aku harus diam menghayal pada laju motor itu.

Terkadang aku menghayal, sperti apa di alam lain setelah aku sudah tidak lagi bisa bernafas. Seperti apa surga? Karena tempat-tempat indah yang pernah saya kunjung rasanya sudah sangat indah. Seperti apa nikmat di sana? Sedangkan di dunia ini aku sudah merasakan nikmat yang sangat besar…

Sekali lagi, entah mengapa tengah malam itu begitu sejuk.

Aku percaya, kesenangan dunia tidak akan pernah habis dan dia terus  menawarkan kemewahan yang sangat berlebih. Dan aku percaya… kesendirian ini ada masanya, suatu saat nanti…

Dan aku merasa beruntung memiliki banyak kesalahan, yang membuat aku merasa seperti manusia… bukan malaikat ataupun dewa…. Namun terkadang aku malu, ketika aku sibuk hanya untuk diri sendiri, tanpa memikirkan orang-orang lain yang tak seberuntung ku… karena mereka adalah bagian dari aku…

Di Ramadhan yang Suci ini... Kalau aku boleh memohon pada Mu Wahai Sang Maha Halus...
Izinkan aku menjadi orang baik... 
Izinkan menjadi orang yang membuat Ibu ku dan orang disekitarku bahagia...
Dan bila aku menikah nanti izinkan aku membuatnya senang dan bahagia...


Monday, July 30, 2012

Sebuah Tempat yang Indah...

Di bukit yang indah dan sebuah rumah yang besar beretnik klasik, berhalaman luas hijau dan asri. Saya bermain-main, berlari-lari dan terkadang bermain sepeda di tempat itu. Tempat yang dihuni banyak orang namun tidak saya kenal, bahkan saya sendiri tidak mengenal diri sendiri.

Malam Ramadhan hari ini saya bermimpi menjadi anak kecil di tempat itu, di sana ada juga anak yang sebaya dengan saya yang wajah dan postur tubuhnya mirip dengan saya dan cuma sama anak itu saya bicara.

Namun, di tempat seindah itu saya merasa bosan. Apalagi ada seorang bapak-bapak melarang saya bermain sepeda, dan melarang saya bermain-main. Sejak dilarang itulah saya ngambek dan kesal, dan rasanya saya ingin pulang kembali ke rumah.

Saya tanya ke anak sebaya tersebut “kakek mana?”, yup… anak sebaya itu dalam mimpi adalah sepupu saya, dan di dalam perkumpulan di rumah asri itu ada satu orang tertua yang menjadi pemimpin di sana. Di dalam mimpi itu, orang tua itu adalah kakek saya.

“itu kakek lagi duduk di rumput hijau bersama banyak orang dan sedang menghadap langit” kata anak sebaya itu. Saya pun teriak memanggil kakek “mbah…. Mbah akunggg… aku mau pulang..”. kakek itu menghampiri saya, lalu saya berkata lagi sambil mencium tangannya “mbah…. Aku pulang dulu ya…”.

Setelah mencium tangannya, saya langsung terbangun dari tidur. Tepat jam 2 malam saya terbangun dan langsung teringat kakek saya yang sudah lama tidak ada itu (sekitar 12 tahun yg lalu beliau pergi). Di dalam mimpi itu, kakek saya berubah menjadi lebih muda dan lebih segar fisiknya. Dan orang-orang di sana, tidak ada satupun saya kenal. Hanya saja, orang yang melarang saya bermain dan orang-orang lainnya yang ada di sana agak sedikit heran ketika ternyata orang tertua dan sekaligus menjadi tokoh dan pemimpin di sana itu adalah kakek saya. Dan mencium tangannya membangunkan saya dari tidur nyenyak di malam ramadhan.

Friday, July 27, 2012

Tips Membuat Hidup Ceria dalam waktu 10 menit...


Apakah anda sedang sedih? apakah anda sedang muumet? apakah anda sedang pusing karena utang? atau apakah anda sedang galau karena jomblo terus?atau apakah pasangan anda tak sesuai harapan? apakah anda sedang kecewa? apakah anda sedang kehilangan arah? apakah anda sedang tidak tahu harus melakukan apa? apakah anda sedang kesepian? atau apakah anda merasa kesepian di dalam keramaian? apakah anda sedang mengeluh? Atau apakah anda sedang bosan?

Bila salah satu dari yang tadi saya sebutkan ada dalam diri anda saat ini. Izinkan saya memberi tips-tips terbaik untuk menghilangkannya dan mudah-mudahan membuat anda merasa lebih baik. Langkah-langkahnya yaitu :
  1. Berdirilah atau duduk sambil menghadap ke cermin
  2. Perhatikan seluruh wajah anda, mulai dari rambut paling atas sampai dagu paling bawah
  3. Tarik nafas sambil memejamkan mata selama 10 detik
  4. Mendekatlah ke cermin
  5. Lihat isi lubang hidung anda dan lebarkan lubang dengan jari anda (kalau ada upil silahkan dikorek sampai mimisan)
  6. Tunjukan bola mata anda ke cermin dengan memperbesar kulitnya dengan jari anda (bila ada batu emas yang keselip di mata anda, ambillah… lumayan rejeki)
  7. Mengangalah atau buka mulut anda lebar-lebar selama 10 detik (bila anda belum gosok gigi, coba pamer ke orang sebelah anda bila ada)
  8. Acak-acaklah rambut anda hingga anda terlihat sangat acak-acakan, sampai rambut anda ngambek menghalangi wajah anda
  9. Rapihkan kembali rambut anda ke belakang dengan sangat santai, pastikan anda terlihat lebih sehat dan seksi
  10. Tersenyumlah dan panggilah nama saya “daydeh…..” biar aura anda menjadi lebih bersinar (eh.. gak penting ya pake manggil nama daydeh? Hahaa…)

Okay selamat dikerjakan…(Lohhhh.... masa gitu bisa ngilangin masalah yang bejubel itu?), ohhh belum juga bisa ngilangin kah... okey coba anda sekarang berdoa... hehee.... Selamat berdoa... Semangattttt....

Saturday, July 14, 2012

Apakah Kau Cemburu padaku...?

Tuhan… Apakah Kau cemburu padaku?
Sampai-sampai ketika aku sedikit saja lupa kepada-Mu
Kau selalu memberikanku sesuatu hingga ku selalu ingat pada-Mu

Wahai Tuhan Yang Maha Segala Pemberi….
Benarkah Kau cemburu padaku?
Karena Kau selalu saja menjauhkanku dari apa yang ku cintai…
Sehingga lagi-lagi Aku menyebut Nama-Mu, agar ku kuat hadapi…

Tuhan… Bila memang benar Kau cemburu padaku…
Ketahuilah… Ramadhan kali ini untuk-Mu
Dan aku akan menyebut Nama-Mu dan memuja-Mu
Jauh lebih dari biasanya…  
Agar kau percaya, aku tak’akan lagi melupakan-Mu
Dan agar Kau bersedia, memberikan apa yang harus ku cintai
Sebagai tugas ku menjadi manusia….

Tuesday, July 10, 2012

Kesabaran yang banyak...

Tiba-tiba saja, lagu James Morison dan John Mayer begitu akrab masuk ditelinga dan menembus ke hati. Terutama lagu I wan’t let you go dan You give me something dari James Morison, akrab sekali. Yang jelas… tentang kesendirian, melankolis dan cinta. Ditambah lagu baru Matchbox 20 yang baru, yang berjudul She’s So Mean. Kesendirian ini seakan sempurna… sekali-kali lagu rock Paramore ikut mengalihkan pendengaran agar tidak terlalu mellow…. Atau lagu dari Cheryl Cole agar tetap ceria.

Yup… saya mencoba mengkuatkan diri hidup dan tinggal di Jakarta dalam waktu yang panjang tanpa ada jalan-jalan ke luar kota. Ini sesuatu yang berat untuk saya, karena ini sangat berbeda dengan rutinitas saya di tahun 2011 yang sering kali mendapat tugas keluar kota. Apakah saya iklhas? Ya saya iklhas…

Saya pernah menghitung berapa lama saya kuat tidak jalan-jalan dan tetap di Jakarta. Setelah saya hitung-hitung, bila sampai 3 bulan saya tidak jalan-jalan maka saya bisa stress. Ya mudah-mudahan saja kali ini saya kuat menghadapinya. Karena saya yang memilihnya…

Tahun lalu ketika saya di Ambon dan saat itu Bulan Ramadhan. Saya berdoa agar Bulan Ramadhan tahun 2012, saya tidak ada tugas keluar kota agar bisa merasakan Ramadhan sesungguhnya. Dan kini sepertinya doa itu terkabul. Namun, terkadang saya rindu jalan-jalan.

Satu-satunya cara hadapi ini adalah sabar. Semoga saya diberi banyak kesabaran.

*Ini blog mellow banget dah, hehehe…. Bodo ah…

Friday, June 29, 2012

FIX YOU... - COLDPLAY

When you try your best but you don't succeed
When you get what you want but not what you need
When you feel so tired but you can't sleep
Stuck in reverse

When the tears come streaming down your face
When you lose something you can't replace
When you love someone but it goes to waste
Could it be worse?

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

High up above or down below
When you're too in love to let it go
If you never try you'll never know
Just what you're worth

Tears come streaming down your face
When you lose something you cannot replace
Tears come streaming down your face
And I

...

Ini lagu cucok banget buat orang-orang yang keras kepala kayak gue, supaya gak sotoy & belagu. Setidaknya, lirik lagu Fix You dari Coldplay menyadarkan saya bahwa dalam kehidupan terkadang tidak selamanya terjadi sesuai keinginan, walaupun sudah berusaha keras, walaupun sudah jungkir balik mengejar keinginan itu. Dan meyakini bahwa Lights will guide you home... 

Untuk kita semua kawan, Lights will guide you home... Mari kita jangan berputus harapan, habis dengar lagu ini coba deh dengerin lagunya Coldplay yang Yellow... semoga hati kita menjadi Yellow kawan... terus berjuang...

Wednesday, June 27, 2012

Kesederhanaan...

Bila nanti, ternyata saya jatuh dan hidup dalam kesia-siaan…
Percayalah itu kesalahan saya…
Bila nanti, saya menjalani sesuatu yang seharusnya tidak dijalani…
Percayalah itu keinginan saya…
Bila nanti, yang terjadi adalah lawan dari harapan…
Percayalah itu tetap kesalahan saya…
Bila nanti, setan-setan dan iblis menjadi sahabat saya…
Percayalah itu kebodohan saya…
Bila nanti, pintu-pintu surga tidak terbuka untuk saya…
Percayalah itu karena kesombongan saya…
Dan tetaplah percaya, bahwa pintu-pintu kebaikan sudah terbuka lebar untuk saya…
Hanya saja saya yang tidak ingin masuk kedalamnya…
Bila nanti, yang saya dapatkan adalah sebuah ketidakberhasilan…
Percayalah bahwa itu adalah keberhasilan untuk saya…

Maafkan saya Tuhan, saya tidak mengerti arti sebuah kesederhanaan hidup…
Tidak mengerti apa maksud Sapardi Djoko Damono membuat sajak begitu indah
Yang katanya  “aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan, kayu kepada api yang menjadikannya abu…
Yang katanya “aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan, awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…
Maafkan saya Tuhan, yang saya tahu cuma senang-senang dan foya-foya….

Wednesday, June 20, 2012

Ilmu itu punya siapa?

Percakapan tadi malam begitu runyam, banyak rempah-rempah sehingga menghasilkan suatu rasa yang menurut saya sungguh berat. Sebuah diskusi dengen tensi dan intonasi yang terus menerus meninggi, mengkeritisi atas dasar ilmiah dan empiris. Saya hadir ditengah-tengah orang dengan gaya berfikir diatas rata-rata. Saya diam saja, karena tidak tahu apa yang harus saya ceritakan. Di situ ada orang yang saya kagumi sampai saya tidak ingin ketinggalan sedikitpun kalimatnya, karena menurut saya kata-kata yang keluar dari mulutnya adalah ilmu. Namun, ada juga orang di situ yang pendapatnya tidak saya setujui tapi tetap saya dengarkan karena itu juga ilmu.

Kami membicarakan sebuah ilmu dalam tongkrongan nyantai sambil ditemani kopi dan beberapa minuman yang kami sukai masing-masing yang akhirnya ditutup dengan makanan berat sebelum pulang.  Ilmu akademis dan politis keluar dari masing-masing orang seperti petir yang bersambar-sambar, cerita-cerita empiris terlontar untuk mengkuatkan dasar. Intinya Ilmu dan uang seperti senjata dan benteng-benteng kehidupan.

Saya jadi ingat seorang pembicara tentang gaya hidup wanita di sebuah aula, saya yang sedang melewati aula itu dan tidak mengikuti acaranya tiba-tiba mendengarkan pembicara sebentar sambil berjalan. Tentang kebutuhan dan keinginan. Katanya, kita bisa hidup sehat bila memperhatikan kebutuhan karena kebutuhan ada batasnya, sedangkan bila terus mengikuti keinginan maka tidak ada habisnya dan bahkan akan membawa bencana dan stress pada diri kita. Saya hanya mendengarkan kalimat itu, namun kalimatnya lumayan berarti.

Orang yang saya kagumi dalam tongkrongan kami ini adalah dosen saya dulu, dosen yang gaul bersahabat dan sederhana dalam berfikir. Teman saya bertanya kepadanya mengapa kita harus belajar Australia dan Asia padahal kita Indonesia, sedangkan dunia kerja itu tidak dipakai. Dalam hati saya menebak bahwa si dosen ini pasti akan menjawabnya dengan permisalan, karena dulu saat kuliah selalu saja seperti itu. Dugaan saya itu benar…

“Bila kita ingin mengetahui sebuah gelas, apa yang harus kita pelajari”, dosen itu menjawab. Saya senyum-senyum sendiri, teman saya bingung ditanya balik. “ya kita harus mempelajari dengan jelas gelas itu sendiri” dosen itu langsung menyambar teman saya yang kebingungan, dia pun melanjutkan “untuk bisa lebih mempelajari gelas maka kita juga butuh mempelajari piring.” Nah saya tambah bingung dan senyum-senyum sendiri. “artinya untuk mempelajari sesuatu hal, perlu mempelajari hal-hal yang sejenis dengannya sebagai perbandingan, perbandingan ini jangan yang terlalu jauh. Jangan membandingan gelas dengan penggorengan.”
Mempelajari Indonesia akan sangat sulit bila membandingkannya dengan Afrika, oleh karena itu mempelajari Australia dan Asia dinilai tepat agar kita dapat mengetahui bagaimana Indonesia itu sendiri. Jawaban yang cukup membuat saya puas.
                                                                             …
Saya ingat sekali, ketika saya dinyatakan lulus saat sidang kuliah. Semua dosen di dalam ruangan berpesan kepada saya agar saya jangan sombong setelah ini. Entah mereka hanya berkata kepada saya saja atau seluruh mahasiswa yang baru lulus saat sidang. Hmmmm…. Saya rasa kesemua mahasiswa mereka berkata seperti itu.

Tapi saya sangat setuju dengan hal itu… Ilmu bukan untuk dibangga-banggakan dan bukan untuk meninggikan diri. Jadi… saya harus mengingatkan diri sendiri agar saya tidak membangga-banggakan diri, tidak sombong dan tidak merasa bahwa saya hebat. Karena saya harus ingat bahwa ilmu itu punya siapa? Ilmu yang katanya seperti lautan, dan yang manusia bisa hanya seperti seekor lalat yang menyentuhkan salah satu kakinya ke permukaan laut.

When It Rains... PARAMORE

And when it rains on this side of town
It touches everything
Just say it again and mean it
We don't miss a thing
You made yourself a bed at the bottom
of the blackest hole (blackest hole)
and convinced yourself
that it's not the reason you don't see the sun anymore

and no (oh) how could you do it
(oh I) I never saw it coming
(no oh) I need an ending
So why can't you stay
Just long enough to explain

And when it rains
You always find an escape
Just running away
From all of the ones who love you
From everything
You made yourself a bed at the bottom
Of the blackest hole (blackest hole)
And you'll sleep till May
You'll say that you don't want to see the sun anymore

(Explain your side, Take my side)
Take these chances to turn it around
Take these chances we'll make it somehow
And Take these chances and turn it around
Just turn it around.

You can take your time, take my time.

Wednesday, May 30, 2012

Tentang Kesempurnaan…

Gambar : Perjalanan hidup siapa ayo?
Saya perhatikan gambar di atas, mungkin itu gambar saya kawan. Dari pojok kiri atas, itu saya masih bayi, saya lagi imut-imutnya. Eh gak deng, sampai saat ini saya juga masih imut kok…. Nahhh…  di saat saya bayi, saya berusaha untuk berjalan, saat itu mungkin Ibu-Bapak saya sangat senang dengan kelucuan saya… Eh gak deh, mudah-mudahan sampai saat ini orang tua saya masih senang dengan saya. Akhirnya saya sekolah, lama bangetttttt sekolahnya… dari TK sampai SMA, trus kuliah… eh bujug lama banget ya klo diingat-ingat…  sampai akhirnya saya menjadi sarjana dengan memakai Toga tuh…. Ingat ya, setelah lulus kuliah saya akan membangun negeri ini sebaik mungkin… hehee

Lalu saya bekerja, terusssss bekerja sampai saat ini… duitnya nanti banyak lohhhh, mungkin sakin banyaknya nanti bisa beli pesawat pribadi malah. Eh tapi tapi tapi… lama-lama badan saya encok loh, makin keriput, trus pake tongkat malah…. Udah kayak anak pecinta alam klo ngedaki gunung yang tinggi pake tongkat…. Eh tapi tapi tapi…. Lama lama tongkat itu semakin sulit…

Terpaksa deh saya pakai kursi roda, mungkin di roda itu didorong sama anak cucu saya, mungkin juga sama saya sendiri, yang jelas saat itu saya merasa miskin sekali… sakin miskin harta, miskin cinta dan miskin segalanya… trus-terus-terus… tergeletak lah saya di kasur, eh lama lama dikubur…. Yah sedih deh… sekali lagi…. yah sedih deh….
Saya suka kesal ketika pikiran saya membawa saya pada keinginan akan kesempurnaan. Yup… saya suka kesal bila di pikiran saya ada keinginan untuk menjadi orang sempurna. Sebagai contoh bila saya ingin menikahi wanita cantik mapan dan baik hati, lalu saya ingin memiliki anak yang pintar kalau bisa menjadi dokter, lalu saya ingin menjadi laki-laki baik yang bertanggung jawab…. Puihhhhh….. pikiran ini, terlalu sadis…. Terlalu sombong….

Gila ya, ngebayangin gak sih klo hidup dengan keinginan seabrek-abrek dan hampir mendekati kesempurnaan…  itu bakalan sangat capek…. 

Foto : Daydeh & Bedul
Menurut saya, keinginan akan kesempurnaan tidak sama dengan bermimpi… mimpi adalah hal yang indah, di dalamnya akan ada proses yang indah dan seru pula… di dalam mimpi terdapat gerakan-gerakan lembut tak teridentifikasi yang asalnya dari kekuatan Tuhan… dan semoga saja saya dan siapapun kau yang membaca tulisan ini, semoga Tuhan membawa kita pada mimpi-mimpi… bukan pada kesempurnaan…