Monday, July 28, 2008

Antara kuliah, anak gunung, guru privat dan penulis.

Keempat hal ini, merupakan sesuatu yang terus ku jalani, walau tak tahu nanti jadi apa. Belum lagi, keinginan untuk bisa kuliah di eropa dan menjadi pengusaha nantinya. Padahal untuk menjadi pengusaha, tak perlu belajar lama-lama secara formal. Namun, jiwa ini ingin merasakan hidup yang lebih gila lagi.

Tanggung jawab yang ku pegang memang terasa berat akhir-akhir ini, tapi aku menikmatinya. Emosilah yang bermain, bukan apa-apa yang ku miliki. Gunung dan Pantai adalah perjalanan yang paling damai, terlebih jika saat itu aku merasakan sesak dan bosan. Tapi, keseringan ke gunung dan pantai juga bosan.

lalu aku mencoba menjadi guru Privat, ternyata unik. Di sini aku mulai berfkir lagi bahwa manusia harus berinteraksi dengan manusia lainnya, tak bisa ditawar-tawar. Aku mengajar di daerah dengan ketinggian kurang dari 10 meter di bawah permukaan laut (jakarta pusat), kuliah dan ngekos di ketinggian sekitar 70 mdpl (depok). Sedangkan gunung, lebih dari 2000 mdpl.

Keterkaitan antara aku dan alam semakin kuat, dengan melihat bentuk kota metropolitan, desa dan hutan. Aku sadar inilah geografi, sebuah interaksi alam dan manuisa. Dari sinilah aku melihat Kegungan Sang Pencipta.

Aku pun sadar bahwa aku membutuhkan wanita, walau selalu aku tahan dan terus ku tahan. Aku ingin merasakan cinta, ingin merasakan pelukan dengan gairah bibir dan tubuh yang telanjang tanpa malu.

oh... betapa indahnya itu...

dengan kerlip cahaya kota di malam
lalu kita berjalan di pagi hari...
berdua dan bermesraan
kita melihat anak-anak kecil tertawa, kitapun tertawa...
dan semua menjadi milik kita...
karena hanya ada kita berdua di dunia...
pada saat itu, kita ingin ini selamanya....

(sorry, pikiran ini sedang melayang-layang, belum saatnya! Sampai Allah swt menemukan kita)

Thursday, July 24, 2008

say's no to happiness


Jangan tanyakan pada saya tentang kebahagiaan
karena saya tak mengerti apa itu bahagia
yang saya tahu... hidup adalah warna-warni....
(I Made Sandy)

Beliau merupakan alumni geografi UI, beliau terkenal dengan gaya yang sangat khas saat menjadi dosen maupun di kehidupannya sehari-hari. Sangat keras, tapi ilmunya dalam geografi tak pernah mati sampai sekarang.

Bagi saya, geografi merupakan ilmu yang tidak ada duanya. Saya memilih mengikuti aliran geografi moderat, yaitu geografi yang tak harus selalu menggunakan landuse. Saya mengagumi alumni geografi yang terjun ke dunia kerja tanpa di bidangnya, namun tetap memakai pola pikir geografi yang terkenal dengan cara berpikir keruanangan dengan memandang aspek secara holistic.

so, saya tidak pernah takut kemana saya akan kerja nantinya setelah lulus. Karena bagi saya, pekerjaan adalah suatu cara/means bukan tujuan. Saya juga tak peduli bila nanti setelah lulus, harus bersusah payah lagi untuk mencari kerja. Karena semua adalah warna-warni.


daydeh..... semangat....
jangan sia-siakan waktu....
foto : koleksi pribadi

Tuesday, July 15, 2008

Don't be late....

Semua yang terukir adalah tanggung jawab ku
Permainan yang harus ku miliki
Harga mati untuk ku
Yang tak bisa ditawar-tawar lagi

Adalah mimpi semangat hidup ku
penggerak hasrat dan keringat
Melumpuhkan aura yang tak harus ada
dimanapun aku berada

Aku mencintai-Mu
Ingin memiliki-Mu
Don't be late....

Wednesday, July 2, 2008

pesawat cassa 212 (pengalaman pertama ikut tim SAR)

hari jumat jam 10 saya ditelpon wandi dan diajak ikut sar mewakili geografi UI berhubung alumni geografi ada 2 orang yang menjadi korban di pesawat tersebut. Malamnya saya, abe, tile dan wandi yang mewakili geografi / GMC UI, bergabung bersama Wanadri dan mapala UI serta anak pecinta alam lainnya.
Jam 6 pagi kami menuju lokasi pesawat dengan waktu 4 jam, di sana saya melihat serpihan sayap pesawat yang jatuh, melihat juga roda yang patah serta pohon-pohon yang patah akibat tertabrak pesawat. Jam 12 siang saya ke lokasi badan pesawat, di sinilah 18 korban ditemukan. Sungguh menyeramkan karena korban ditemukan berpisah-pisah antara organ dengan organ.
Jam 1 siang kami turun ke Desa Tanjolaya dan menginap di sana, tapi karena hari ini kami seperti turis, akhirnya kami berencana pulang. Ternyata korban belum dibawa dengan helipet karena medan sulit ditembus.
foto : koleksi pribadi

Jam 5 sore, kang yemo (anak wanadri) diminta untuk evakuasi jalur darat pada hari minggu, kang yemo langsung bertanya kepada anak pecinta alam "apakah kita akan melanjutkan evakuasi?" dan ternyata hampir semua setuju. Dan malamnya kami membentuk sturktur organisasi beserta rencana jalur darat, saya sendiri masuk ke dalam SRU 3.
Pada malam itu seorang TNI sempat bilang "emang TNI robot", semua terlihat kelelahan. Baru tadi sore kami turun gunung, sekarang jam 2 malam harus naik gunung lagi. Jam 2 malam kami naik ke lokasi pesawat dan korban. semua peralatan evakuasi disediakan dari Jakarta oleh Pak Haji (ketua panjat harian Indonesia), konsumsi disediakan oleh TNI.
Jam 6 pagi kami sampai dan langsung sesuai rencana, saya sempat meminta seorang komandan untuk membuka jalur sesuai keinginan saya dan ternyata komandan itu langsung menyuruh anak buahnya mengikuti keinginan saya. (lucu ya). Tak lama kemudian ternyata ada warga yang membuat jalur dari lokasi pesawat menuju vila yang terdapat helipet. Rencana berubah, masyarakat akhirnya menjadi pahlawan setelah menggotong 18 korban dari lokasi ke helipat dengan cepat.
foto : koleksi pribadi
(saya yg memakai kaos hitam di samping baju merah kanan bawah)

Malamnya saya, abe dan wandi dari geografi diantar pulang ke Depok oleh Pak Haji dan Istrinya, tile sudah pulang dari hari pertama. Di restoran jalan pangrango mobil berhenti dan ternyata kami ditraktir makan, saya memesan nasi ayam lada hitam dan teh hangat. sungguh menyenangkan, apalagi mendengar cerita pengalaman pak haji yang sering ikut lomba panjat di uni eropa, cerita istrinya pun tak kalam menarik, isterinya menceritakan prospek bahasa cina dan kisah anaknya yang wanita, yang baru naik kelas 2 smp.