Wednesday, May 30, 2012

Tentang Kesempurnaan…

Gambar : Perjalanan hidup siapa ayo?
Saya perhatikan gambar di atas, mungkin itu gambar saya kawan. Dari pojok kiri atas, itu saya masih bayi, saya lagi imut-imutnya. Eh gak deng, sampai saat ini saya juga masih imut kok…. Nahhh…  di saat saya bayi, saya berusaha untuk berjalan, saat itu mungkin Ibu-Bapak saya sangat senang dengan kelucuan saya… Eh gak deh, mudah-mudahan sampai saat ini orang tua saya masih senang dengan saya. Akhirnya saya sekolah, lama bangetttttt sekolahnya… dari TK sampai SMA, trus kuliah… eh bujug lama banget ya klo diingat-ingat…  sampai akhirnya saya menjadi sarjana dengan memakai Toga tuh…. Ingat ya, setelah lulus kuliah saya akan membangun negeri ini sebaik mungkin… hehee

Lalu saya bekerja, terusssss bekerja sampai saat ini… duitnya nanti banyak lohhhh, mungkin sakin banyaknya nanti bisa beli pesawat pribadi malah. Eh tapi tapi tapi… lama-lama badan saya encok loh, makin keriput, trus pake tongkat malah…. Udah kayak anak pecinta alam klo ngedaki gunung yang tinggi pake tongkat…. Eh tapi tapi tapi…. Lama lama tongkat itu semakin sulit…

Terpaksa deh saya pakai kursi roda, mungkin di roda itu didorong sama anak cucu saya, mungkin juga sama saya sendiri, yang jelas saat itu saya merasa miskin sekali… sakin miskin harta, miskin cinta dan miskin segalanya… trus-terus-terus… tergeletak lah saya di kasur, eh lama lama dikubur…. Yah sedih deh… sekali lagi…. yah sedih deh….
Saya suka kesal ketika pikiran saya membawa saya pada keinginan akan kesempurnaan. Yup… saya suka kesal bila di pikiran saya ada keinginan untuk menjadi orang sempurna. Sebagai contoh bila saya ingin menikahi wanita cantik mapan dan baik hati, lalu saya ingin memiliki anak yang pintar kalau bisa menjadi dokter, lalu saya ingin menjadi laki-laki baik yang bertanggung jawab…. Puihhhhh….. pikiran ini, terlalu sadis…. Terlalu sombong….

Gila ya, ngebayangin gak sih klo hidup dengan keinginan seabrek-abrek dan hampir mendekati kesempurnaan…  itu bakalan sangat capek…. 

Foto : Daydeh & Bedul
Menurut saya, keinginan akan kesempurnaan tidak sama dengan bermimpi… mimpi adalah hal yang indah, di dalamnya akan ada proses yang indah dan seru pula… di dalam mimpi terdapat gerakan-gerakan lembut tak teridentifikasi yang asalnya dari kekuatan Tuhan… dan semoga saja saya dan siapapun kau yang membaca tulisan ini, semoga Tuhan membawa kita pada mimpi-mimpi… bukan pada kesempurnaan…

Monday, May 28, 2012

Supporter, Korban meninggal Persija VS Persib adalah teman saya…

Pagi tadi, sebelum saya ke kantor saya sempatkan datang ke rumah salah satu almarhum yang menjadi korban saat usai pertandingan sepakbola (Persija dan Persib). Saya melihat mukanya biru lembam seperti bekas pukulan, kata teman saya si korban juga mengalami tusukan di perut dan di kepala bagian belakang. Masih kata teman saya, korban memang tidak memakai kostum salah satu sepakbola yang bertanding namun kedatangannya ke sana memang untuk mendukung salah satu klub yang merupakan klub kebanggaan di kotanya ini, yaitu kota Jakarta.

Siapakah si korban? Mengapa saya datang ngelayat kerumahnya? Lalu mengapa dia sampai terbunuh?
Dia teman saya dari kecil, dia tinggal di Menteng dekat dengan Manggarai yang berdekatan juga dengan rumah saya. Saya selalu ingat tawa khasnya dan keluguannya. Waktu saya belum kuliah, kami suka membantu Panti Asuhan di dekat rumah, di Menteng. Dan dulu kami memang sama-sama suka datang ke Panti tersebut, karena di panti tersebut kami belajar tentang kehidupan dan mencoba mengenal Tuhan. Tentunya tidak hanya saya dan si korban yang suka berkumpul di panti yang akhirnya merasa seperti sudara. Yup… kami menganggap sudara di dalam panti tersebut.

Namun, takdir memang tidak bisa semuanya kita lawan. Si Korban tidak seberuntung saya yang bisa kuliah, dan dengan kuliah saya mengenal kehidupan yang begitu luas. Sedangkan si korban, dia tetap seperti itu… tidak berubah sejak saya sering bersamanya atau saat kami masih SMA. Beberapa tahun terakhir ini korban bekerja sebagai tukang ojek di dekat rumahnya. Kami masih sering tegur menegur kalau bertemu, bahkan dia pernah mengantarkan saya ke salah satu tempat untuk jadwal interview saya. Terakhir, belum lama ini korban berkata ke teman saya bahwa dia ingin di bulan Ramadhan  membantu panti asuhan tempat kami biasa berkumpul.

Di tempat kami memang banyak sekali anak The Jack atau fans Persija, Korban kemarin sore ikut nonton Persija namun tidak bersama rombongan melainkan menggunakan motor. Dia semakin sulit dikenali karena dia tidak memakai atribut dan kostum Persija. Parahnya, korban memang salah satu teman saya yang tidak pernah nonton Persija, sama seperti saya yang belum pernah nonton Persija. Sehingga, dia bisa dikatakan tidak berpengalaman dalam soal nonton-menonton atau menjadi supporter sepakbola.

Kata teman saya, Korban menjadi salah incar dari anak-anak The Jack. Saat ia ada dikerumunan pendukung persija yang seperti lautan itu, saat di luar stadion setelah pertandingan, tiba-tiba ada yang meneriakin korban. Korban diteriakin anak Viking atau pendukung Persib, Nah…. Saat itu juga keadaan berubah total. Korban menjadi bulan-bulanan oleh anak-anak yang sama-sama mendukung klub yang sama.

Kenapa dia bisa diteriakin anak Viking? Ini tidak bisa saya prediksi apakah memang benar-benar si korban tidak bersalah lalu ada yang iseng teriakin dia anak Viking, atau dia saat itu sedang emosi sama anak persija yang menghalangi dia dalam kemacetan naik motor sehingga bedebat mulut lalu dia diteriakin anak Viking, atau dia memalak anak the jack trus anak the jacknya neriakin dia anak Viking. Ya…. Itu semua tidak diketahui mana yang benar…. Kecuali yang meneriakin itu, saat ini juga menulis dan bercerita lalu meminta maaf. Entah yang meneriakinnya itu hanya iseng karena korban tidak memakai kostum persija. Sungguh saya tidak bisa meyakini mana yang benar….

Tapi, saya kenal dekat dengan si korban, saya tahu banget karakternya dan sifatnya. Dia memang orang yang menyenangkan di lingkungan kami, dia sering ngelawak dan menghibur kami dengan kalimat-kalimat konyolnya. Bisa dikatakan dia senang ngebanyol… tapi ketika dia bertemu dengan orang yang tidak dikenalnya, lalu orang yang dikenalnya itu terlihat belagu gayanya dan mengganggu dirinya. Dia akan berubah menjadi macan, galak sekali dan siapa saja bisa dilawan sama dia… yup, dari kecil memang kami diajarkan untuk berani pada apapun.

Setidaknya cerita nyata ini menjadi potret untuk bangsa ini khususnya di kota Jakarta yang katanya hebat. Pendidikan dan kesejahteraan yang belum merata, perbedaan pendapatan yang terlalu besar sehingga memunculkan kecemburuan social yang tinggi. sehingga jangan berharap semua warga Indonesia khususnya Jakarta mampu berpikir cerdas dan logis, jangan berharap semua warganya bisa berfikir dan berakhlak baik, karena ada sebagian penduduk ini hidupnya hanya mencari makan untuk hari ini tanpa memikirkan hari esok dan selanjutnya, apalagi masa depan. Lalu emosi anak-anak muda meledak besar seolah-olah pejabat-pejabat dan aparat adalah bajingan… Dan anak muda tidak akan mau mendengarkan dan mematuhi apa yang dikatakan bajingan-bajingan… terutama bajingan yang suka mencuri kekayaan negeri ini, uang masyarakat negeri ini…

Namun saya yakin, setidaknya hati dan kebahagiaan kita tidak bisa dicuri oleh para bajingan….

Untuk sahabatku…. ( Aju )
Semoga Bulan Ramadhan ini, kita bisa membantu Panti Asuhan itu bersama-sama….

Thursday, May 24, 2012

Matchbox twenty

Foto : dari sini
Selain ada band, ada beberapa band lagi yang saya senangi musiknya, yaitu Matchbox 20. Band yang berasal dari Amerika ini mempunyai karakter yang kuat pada vokal dan suara gitar elektriknya, ditambah ketukan drum yang bervariasi dan ngebit, ditemani suara bas yang membuat pendengar bergoyang. Bila kita melihat video klipnya maka kita akan terbawa dalam dunia artistic yang full colour.

Jenis musik Matchbox 20 bisa dikatakan Pop alternative dengan lirik-lirik yang romantis dan emosional. Di awal-awal 2000 sampai lima tahun berikutnya adalah masa keemasan band ini. Lagu-lagu romantisnya dengan suara vokal  yang begitu ngerock dan serak-serak basah membuat band ini berhasil menembus pasar dunia. Dan band ini menjadi band luar negeri yang paling saya sukai.

Tidak hanya saya sukai, setiap kali saya mendengar lagu-lagu matchbox 20, bayangan saya langsung terbang menuju dunia barat khususnya Eropa. Selalu terbayang saya berjalan di sana sendirian melewati kota-kota dengan beragam bentuk arsitektur, selalu terbayang merasakan dingin disana. Dengan emosional terkadang saya berfikir ingin mencari duit sebanyak-banyaknya lalu pergi ke sana tanpa memikirkan keluarga dan sahabat di negeri ini.

Ada beberapa lagu yang sangat populer diantaranya : Unwell, If you're gone, push, long day dan back to good. Lirik-liriknya kebanyakan tentang kegagalan dan keputusasaan hidup terhadap wanita. Video klipnya sangat berartistik, sangat mempunyai karakter style yang modern. Musik memang seperti secangkir kopi, atau segelas bir, atau sebatang rokok, setiap orang memiliki daya tarik sendiri terhadap apa yang disukainya. Tidak bisa dipaksa, mengalir adanya sesuai perasaan. Dan lagu-lagu melankolis, yang senang akan kesendirian dan emosi-emosi terpendam, setidaknya menjadi sahabat yang membantu saya untuk sejenak tidak memikirkan kehidupan. 

Friday, May 18, 2012

Ma’had Al-Muqoddasah

Foto : Saya dan Guru2 Ma’had Al-Muqoddasah
Malam hari ketika saya sedang di Ponogoro, salah seorang UPT Dinas Pendidikan datang menjumpai saya di tempat saya menginap, dia membawa kabar bahwa guru-guru dari salah satu pesantren di Ponorogo meminta agar saya berkunjung ke tempatnya. Mereka meminta saya untuk melihat keadaan sekolahnya yang kurang dari harapan, agar saya bisa memberi kabar ke Kementerian Pendidikan bahwa masih ada sekolah yang membutuhkan bantuan. Pesantren itu bernama Ma’had Al-Muqoddasah.

Terletak di Nglumpang Mlarak Ponorogo Jawa Timur, yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari Pondok Pesantren Modern  Gontor, Ma’had Al-Mudoddasah merupakan pondok pesantren yang di dalamnya terdiri dari siswa SD dan SMP. Lembaga pendidikan Islam swasta ini mempunyai tujuan mencetak generasi Qur’aniy, yaitu generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, namun mampu juga memahami serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ma’had Al-Mudoddasah diresmikan pada tanggal 18 oktober 1992, dengan para pengajar merupakan alumni Ma’had Tahfidh Al-Qur’an dari berbagai daerah di Indonesia, diantaranya dari kota Malang, Kudus, Jepara, Pati, Sulawesi, Bogor, Demak, Purwodadi dan lain-lain. Sedangkan pengajar pendidikan formal SD dan SMP adalah para sarjana dari berbagai perguruan tinggi dan alumni Pondok Darussalam Gontor Ponorogo.
Foto : kelas belajar tidak memiliki pintu

Ketika saya di sana, saya banyak diceritakan tentang keberhasilan sekolahnya membawa muridnya melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi ke sekolah-sekolah di dalam maupun luar negeri. Diantaranya ke LIPIA Jakarta, PTIQ Jakarta, IIQ Jakarta, Universitas Muhammadiayah Yogyakarta, Universitas Brawijaya, ISID Gontor, Universitas Al-Azhar Mesir, Turkey, Al Jami’ah Al-Islamiyyah Bil Madinah Al-Munawwaroh, dan lain-lain.
Foto : suasana belajar santri wanita

Di sana saya ditunjuki dan dijelaskan segalanya tentang Ma’had Al-Mudoddasah, sekolah tersebut sungguh luar biasa dan membuat saya kagum, ketika saya datang ke Masjid yang digunakan juga untuk pembelajaran kelas 1 dan 2 SD, murid-murid yang berasal dari Jakarta dipanggil dan disuruh cium tangan ke saya. Wah wah wah… jadi terharu.
Foto : Kelas Darurat

Lalu saya di ajak ke kelas dari kelas 3 sampai kelas 6, yang kelasnya tidak ada pintu sehingga angin gampang sekali mengganggu suasana belajar. Ada juga murid SMP sedang belajar dan praktikum di bawah tenda, tendanya mirip tenda kawinan. Saya juga diajak melihat tanah sekolahnya yang begitu luas namun belum dimanfaatkan karena tidak mempunyai dana untuk pembangunan.
Foto : Lahan sekolah yg belum dimanfaatkan
Telp/Fax Ma’had Al-Muqoddasah : (0352) 311716

Tuesday, May 15, 2012

KEANGKERAN GUNUNG SALAK

Melihat berita yang bertubi-tubi tentang jatuhnya pesawat Sukhoi di Gunung Salak memaksa saya membuka laptop lalu menulis sebisa saya menulisnya. Sebelum saya bercerita tentang jatuhnya pesawat sukhoi itu, izinkan saya mengingat kejadian yang hampir sama pada tahun 2008 bulan juni.

Sore hari 27 Juni 2008 Ibu saya mengirim sms, bahkan menelpon ke teman2 saya mencari-cari keberadaan saya. Malamnya saya baru ingat kalau tanggal itu, hari kelahiran Ibu saya, keluarga saya sedang berkumpul di rumah mencari saya yang belum muncul-muncul di rumah.  Tapi akhirnya sinyal hanphone telah saya dapatkan, lalu saya SMS untuk meminta maaf tidak bisa ngumpul bareng bersama keluarga. Karena saat itu, saya sedang di Desa Tanjolaya Bogor, dan menjadi Tim SAR untuk jatuhnya pesawat Cassa 212. Kejadian itu bisa dilihat ditulisan saya di sini.

Gunung… merupakan sesuatu yang tidak bisa dianggap remeh. Dia seperti Dewa, bahkan beberapa orang menganggap Gunung adalah Tuhan. Karena Gunung selain menyeramkan, dia juga membawa keberkahan dengan menjadikan tanah begitu subur dan makmur. Di Indonesia, gunung sangat banyak jumlahnya, setiap gunung bercerita tentang dewanya masing-masing. Begitupula Gunung Salak yang belum lama memakan korban dari Pesawat Sukhoi buatan Russia.

Tahun 2008 pesawat cassa 212 jatuh di Gunung Salak ketika pesawat itu sedang mencoba alat foto udara terbaru, saat itu mereka ingin mengambil foto bumi di wilayah sekitar Gunung Salak. Saya melihat langsung serpihan-serpihan hancurnya pesawat dan korbannya. Tapi, saat itu orang-orang mengira bahwa jatuhnya pesawat itu karena pesawat cassa 212 umurnya sudah tua. Sedangkan saat ini, pesawat baru sukhoi pun bisa jatuh di gunung salak. Ini menandakan bahwa pada tahun 2008 jatuhnya pesawat cassa bukan karena pesawatnya sudah tua. Lalu karena apa kedua pesawat itu bisa jatuh?

Bila kita belajar iklim di Indonesia maka kita akan bisa mengetahui pergerakan angin yang disebabkan perbedaan tekanan, lalu kita akan bisa melihat pergerakan awan. Sehingga kita bisa mengetahui lokasi-lokasi berpotensi hujan, seperti yang sering kita lihat di berita tentang prediksi hujan. Tapi perlu diketahui bahwa yang dijelaskan di TV adalah sesuatu yang sifatnya umum, tidak menjelaskan lebih detail dampak-dampaknya di suatu lokasi yang berbeda, sebagai contoh hujan di daerah pantai dengan gunung, atau di daerah perkotaan dengan pedesaan.

Oke, mari kita menyimak ulasan iklim lokal di Gunung Salak versi Prof. Daydeh. Sebenarnya agak keliru bila kita menyebut Gunung Salak, mengapa? Karena di sana banyak sekali puncak gunung, sampai-sampai di peta tertulis Gunung Salak 1, Gunung Salak 2 dan seterusnya. Ini menandakan bahwa daerah di sana merupakan pegunungan, sehingga medan landskapnya atau gemorfologinya membentuk gunung-gunung dan lembah-lembah. Udah bisa ngebayanginkan kalau di sana ada banyak gunung dan lembah? Dari peta topografi atau peta ketinggian kita bisa mendapatkan informasi bahwa daerah sana relatif memiliki ketinggian yang berbeda-beda, rata-rata puncak gunung di sana sekitar 1800 – 2100 mdp atau (6000 – 10.000 kaki).
 
Masih ingat pelajaran sekolah dulu bahwa musim hujan jatuh pada bulan oktober – maret. kita perlu tahu bahwa saat ini sedang terjadi Global Warming yang menyebabkan berubahnya waktu musim hujan dan kemarau. Nah perlu anda ketahui lagi bahwa hujan juga dipengaruhi oleh bentuk muka bumi suatu wilayah atau landskap atau geomorfologi di suatu tempat. Nah gunung itu seperti magnet buat awan, awan-awan selalu mendekati si gunung dan bila si awan mengandung potensi hujan maka hujannya akan turun di sekitar gunung.

Kembali ke Iklim, bahwa di Indonesia pergerakan awan ketika membawa hujan selalu sama yaitu bergerak dari barat ke timur makanya pada saat SD dijelaskan bahwa musim hujan terjadi saat angin barat. So… tidak heran bila Indonesia bagian barat lebih subur dibanding Indonesia Timur, karena awan-awan hujan itu atau yang biasa disebut awan cumulusnimbus sudah jatuh lebih dulu di wilayah barat dan gunung-gunung di daerah barat. Seperti contoh di Pulau Jawa, pasti Jawa barat lebih banyak mendapatkan curah hujan dibanding Jawa Timur yang puaaanaaasssnyoooo ampun… Udah paham belum? Jadi ngerti ya kalau semakin ke barat dan semakin mendekati gunung maka awan dan hujan semakin banyak.

Dan Gunung Salak merupakan gunung yang terletak paling barat di Pulau Jawa sehingga dapat disimpulkan bahwa di daerah tersebut memiliki tutupan awan dan curah hujan yang paling banyak dibanding tempat-tempat lainnya khususnya di Pulau Jawa. Selain itu bisa jadi di daerah gunung salak memiliki siklus angin yang begitu kuat, makanya tahun 2008 helipet yang rencana mau mengambil jenazah langsung di TKP/di gunung, tidak bisa dilakukan karena udaranya tidak memungkinkan helipet turun ke lokasi, alias takut helipetnya ikut jatoh juga.

Kalau sekarang sudah dapet sedikit gambaran tentang Gunung Salak, kira-kira kenapa ya masih bisa jatoh pesawat sekelas Sukhoi? Simpel aja sih, menurut saya karena pesawat itu dengan beraninya terbang dengan ketinggian 1800 mdp, padahal ketinggian disana bisa mencapai 2100 mdp dan di sana jelas banyak sekali awan yang akan mengganggu pandangan si Pilot. Trus kenapa dia terbang di ketinggian tersebut?

Di berita saya dengar tadinya pilot terbang tinggi di ketinggian 10.000 kaki atau setara dengan 3000 mdpl dan si pilot minta turun ke ketinggian 6.000 kaki atau sekitar 1800 mdpl, lalu minta izin sama orang Indonesia yang memiliki hak kendali terbang, lalu di izinkan. Oleh karena itu setelah turun maka resikopun terjadi… Ada juga berita yang menjelaskan bahwa pilotnya yang bandel minta turun ketinggian.  Nah loh… siapa yang bener…
Bener-salah bukan masalah, yang penting jangan ada lagi hal kayak gini ya mas... ya mba...

Dari pandangan yang lain, yaitu dari pandangan seorang yang senang dengan dunia mistis, saya diberi tahu bahwa jatuhnya pesawat itu karena Prabu Siliwangi menarik mereka ke alam yang lain. Entah karen Sang Prabu marah atau lainnya.

Saya dan teman2 Geo UI pernah mendaki gunung salak (salak 1 atau 2 saya lupa), kami mendaki dari jam 1 siang dan baru sampai puncaknya jam 1 malam.... Saat itu banyak sekali teman kami yang wanita histeria menangis karena kecapean, padahal tinggi puncaknya hanya 2100 mdpl. haha... bukan main, memang pada saat itu hujan sering turun dan jalanan menjadi becek sehingga kami seperti berjalan diatas lumpur. Di atas puncak gunung salak juga terdapat makam yang terkadang didatangi warga untuk tahlilan...

Begitulah gunung, selalu memiliki cerita-cerita tentang dewa dan dewi... Kenapa saya bilang dewa dan dewi? karena tidak semua gunung bercerita tentang dewa, seperti Gunung Rinjani yang bercerita tentang seorang dewi yang mencintai manusia biasa.... Kini Dewi Anjani bersemayam dalam hening dan cantiknya sebuah gunung di Lombok sana...

Sunday, May 13, 2012

Aneh...

Saat ini saya sedang menjadi trainer, bahasa kerennya menjadi pengajar di pelatihan yang diadakan sejak kemarin sampai besok siang. Eh beneran ini saya sambil ngajar, saya bisa ngetik dan curhat di sini karena saya sedang memberikan studi kasus ke mereka/peserta, kadang-kadang mereka nanya sambil ngetik ini, dan saya menjawabnya lalu mengetik lagi. Kalian pasti sulit menyangka kalau saya jadi trainer, wong saya sendiri gak menyangka. Dan paling gak menyangka ternyata pesertanya kebanyakan lulusan S2 di luar negeri, ada yang di Jepang, Australia, ada juga yang dari S2 UI, bahkan ada beberapa orang yang lulusan S3. Sangat tidak menyangka, apalagi hampir semua pesertanya pernah jalan-jalan ke Eropa, Jepang, Australia dan Amerika.
Pelatihan di tempat yang cukup eksotis, di daerah Cipanas ini sangat asri. Di villa ini ada kolam ikan dan ikannya subur-subur, ditambah tanaman yang tertata rapih. Di sini saya menjadi trainer atau mengajar suatu system bernama RDBMS silahkan cari sendiri di google apa itu RDBMS, saya mengoceh sepanjang hari dan dibantu satu asissten yang merupakan teman saya. Lucu ya….

Tapi memang semua tidak bisa dibohongi, disela-sela istirahat mereka selalu berbagi, bercerita dan terkadang memberikan motivasi. Mereka bilang kejar apa keinginan mu lalu terus berusaha walau gagal itu terjadi berkali-kali, suatu saat pasti berhasil katanya. Salah satu peserta bercerita betapa dia tidak mencari jabatan dalam hidup tapi dia berusaha di luar pekerjaanya dan apa yang dia inginkan sebagian besar telah tercapai.

Saya selalu senang mendengarkan cerita, saya melihat dan bertemu dengan banyak orang  yang begitu hebat menurut saya tapi terlihat biasa-biasa saja. Sungguh, banyak sekali cerita dan kehidupan yang besar dan menyenangkan di luar sana katanya.

Terimakasih Allah SWT….

Tuesday, May 8, 2012

It is impossible to live without failing at something...

Bulan April ini atau sebaulan terakhir hidup saya begitu seru, dalam satu bulan saya menjalani 4 trip yang berbeda-beda tempat. Mulai dari Garut, Kediri, Probolinggo dan terakhir ke Ponorogo. Sangat melelahkan namun menyenangkan karena begitu banyak kenangan. Untuk pertamakalinya saya pergi ke suatu pulau yang belum ada listriknya dan jumlah penduduknya sangat banyak di pulau tersebut. Saya juga datang ke sebuah sekolahan yang tempatnya di atas gunung dengan pemandangan yang sangat memesona. Selain itu saya juga mendatangi sebuah pesantren modern yang murid-muridnya belajar di Masjid dan tenda-tenda karena kekurangan bahan bangunan untuk membangun kelas. Yang jelas bulan april itu banyak sekali hal yang mengejutkan dan hal yang membuat saya banyak belajar. Suatu saat saya akan bercerita tentang kejadian-kejadian seru itu. Tapi tidak saat ini, karena saat ini saya ingin memotivasi diri sendiri. Yaaaa… Karena saya memiliki mimpi-mimpi indah yang saya rasa sangat disayangkan bila tidak dikejar, dan rasa semangat memang suka naik dan turun.

Menutip dari blog Pak Raldi Artono Koestoer yang merupakan seorang professor yang menjadi dosen di Teknik Mesin UI. Beliau berkata dalam blognya ”Jangan sampai kita membatasi proses belajar kita hanya di dalam kelas yang diselimuti oleh dinding, atap, lantai, papan tulis, meja, dan kursi. Kelas kita yang sesungguhnya adalah dunia ini. Pun begitu dengan tempat penelitian, Laboratorium kita yang sesungguhnya adalah alam semesta ini beserta seluruh makhluk yang hidup di dalamnya.

Pak Raldi juga berkata “It is impossible to live without failing at something”. Banyak makna dari pepatah yang beliau tulis, intinya dalam melakukan sesuatu pasti ada prosesnya.

Sebuah proses terkadangan tidak begitu dihargai, terutama oleh bangsa-bangsa di Asia seperti yang dikatakan oleh  Prof. Ng Aik Kwang dari University of Queensland, dalam bukunya Why Asians Are Less Creative Than Westerners (2001) yang dianggap kontroversial tapi ternyata menjadi best seller. Kata Pak Aik Kwang ada beberapa hal yang membuat orang asia lebih tidak kreatif dibanding orang barat. Dua diantaranya yaitu :
  1. Bagi kebanyakan orang Asia, dalam budaya mereka, ukuran sukses dalam hidup adalah banyaknya materi yang dimiliki (rumah, mobil, uang dan harta lain). Passion (rasa cinta terhadap sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang kreatifitas kalah populer oleh profesi dokter, lawyer, dan sejenisnya yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seorang untuk memiliki kekayaan banyak.
  2. Bagi orang Asia, banyaknya kekayaan yg dimiliki lebih dihargai daripada CARA memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila lebih banyak orang menyukai ceritera, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan istri oleh pangeran dan sejenis itu. Tidak heran pula bila perilaku koruptif pun ditolerir/ diterima sebagai sesuatu yang wajar.
Dari sini saya belajar bahwa kita tidak mungkin berhasil tanpa ada sebuah kegagalan karena kegagalan adalah sebuah proses yang akan mengantarkan seseorang menuju keberhasilan yang diinginkannya. Oleh karenanya, saya tidak perlu memikirkan kapan saya berhasil dan mendapatkan yang saya inginkan tetapi saya harus terus belajar dan belajar, hingga bisa menjadi orang yang bermanfaat.