Monday, February 3, 2014

Aku menyukainya... aku tidak bersedih...

Aku pernah menyaksikan cendrawasih berdiri indah di tepian sungai…
Aku pernah berdiri di tengah sungai mata air gunung yang indah bak surga…
Sebuah kepemimpinan yang bijak di depan mataku
Sebuah kehidupan nan elok anggun di sana adanya…
Hadir seorang priangan, pemimpin idaman…

Aku tahu apa yang seharusnya ku lakukan sesuai tata karma dan norma…
Aku tahu adanya budaya yang harus di taati dan tak di langgar…
Bila ingin ke Surga, lihatlah itu… lihatlah itu dan ikutilah itu…
Sebuah kepercayaan diri dan sikap rendah diri adanya kau ikuti…
Memikirkan masa depan dan melahirkan generasi penuh impian…

Tapi, biarkan itu untuk orang-orang yang idamkan..
Biarkan aku dengan caraku sendiri…
Caraku sendiri memahami hidup
Caraku sendiri jalani hidup…
Yang jelas aku juga sama-sama berdiri hadapi kenyataan
Lalu bangkit jalani hidup dengan semangat yang tidak pernah bisa orang pahami..
Aku lakukan ini untuk hidup… atas  takdir dari Tuhan dan ketetapannya…
aku tidak suka menangis, tidak pula suka bersedih...
aku akan dengarkan musik-musik penambah energi dan semangat...
aku menyukainya... lalu aku jalani hidup dengan semangat... tidak bersedih...

Wednesday, January 22, 2014

Optimis dan Kesederhanaan...

Hari ini, tanggal 22 Januari 2014, saya mencoba merevolusi pola kehidupan keseharian. Untuk apa? Bukann untuk apa-apa, melainkan untuk diri sendiri. Baru saja selama setengah jam dimulai pukul 6.20 pagi saya mengenakan celana training dan sepatu seadanya (sepatu futsal) lalu mulai berlari di sebuah taman yang tak jauh dari tempat saya tinggali, ini adalah pertama kalinya saya jogging di tahun 2014. Kemarin saya juga sempati solat di sebuah masjid, sekaligus refreshing pikiran dengan beribadah lebih dekat.

Pola seperti itu buat saya adalah sesuatu perubahan yang sangat besar, yang dulu ketika saya masih SMA pernah saya lakukan. Sekarang saya mencoba belajar untuk hidup sehat, untuk siapa? Bukan untuk siapa-siapa melainkan untuk diri sendiri. Semoga saja ini konsisten….

Bismillahirrohmanirrohim…..

Tidak hanya secara fisik, saya juga akan berusaha untuk merubah persepsi negatif saya menjadi sebuah pandangan dan respon positif. Setidaknya merubah rasa pesimis menjadi optimis, serta pelan-pelan meninggalkan hal yang sia-sia perlahan lahan.

Semua karena kesederhanaan, akhir-akhir ini saya pikir kesederhanaanlah yang membuat orang begitu berkarisma. Ya asal sederhana, pintar dan bekerja penuh kemanfaatan. Ya asal sederhana adalah sikap, bukan karena tidak mampu hidup mewah.

Monday, January 20, 2014

Just a feeling....

Ini tahun baru, sebuah keberkahan tak terhingga masih diberi kesempatan untuk jalani hidup. Malam ini, entah mengapa saya begitu senang dengan lagu Just A Feeling dari Maroon 5, nadanya mungkin pas yang mewakili saat ini.

Aku tersentak ketika sepupuku bercerita mengapa di mau Solat dalam hidupnya, dia bilang “ini kewajiban, lagian manusia dan hewan sama-sama hidup, yang membedakaannya ya solat sehingga menjadi spesial di hadapan Tuhan…”

Bulu roman saya ketika itu berdiri, lalu ya… saya kepikiran spesial dan perbedaan manusia dengan hewan. Mungkin benar bila manusia sebagian memiliki rencana hidupnya, karena bila manusia asal hidupnya maka tak ada bedanya dengan hewan.

Just a feeling… just a feeling… I can’t believe that its over….

Saturday, January 4, 2014

Begitulah adanya... (Tahun baru 2014)

Begitulah adanya, ini kehidupan yang perlu di syukuri. Kadang seseorang terjatuh dalam kegelapan yang penuh emosi ketidaktahuan, bagai kapal layar di terjang ombak besar dan awan gelap. Perlahan kita bangkit bersama waktu yang terus bergulir, mencari hikmah dibalik segala kejadian yang membuat muram.

Kita mesti melawan ketidaktahuan atau segala hal kebodohan yang di sengaja, perlu sikap disiplin dan bermental baja tuk hadapi hidup. Yang jelas kita mesti berani mencari uang yang halal, dan berani meninggalkan yang kotor. Lalu menyadari bahwa proses lebih penting dari hasilnya, serta menyadari bahwa banyak cara untuk berbuat baik selain uang.

Tapi hati-hati pula, kadang gila harta dan gila harga diri membuat seseorang buta akan kebenaran dan kenyataan hidup.



Thursday, December 26, 2013

Kita mungkin tidak bisa mengatur arah angin, namun kita bisa mengatur arah kapal kita berlayar kemana…

“Kita mungkin tidak bisa mengatur arah angin, namun kita bisa mengatur arah kapal kita berlayar kemana…”  (@duniadanu)

Kalender tahun 2013 beberapa hari lagi akan berakhir, begitu banyak yang terjadi pada tahun ini, banyak sekali perbedaan rutinitas dari tahun sebelumnya. Boleh jadi, ini tahun yang cukup melelahkan fisik, rutinitas perjalanan Jakarta-Tajur Bogor untuk melaksanakan tugas sebagai mahasiswa, serta melaksanakan pekerjaan juga di Jakarta membuat rutinitas saya menjadi dinamis. Pola kegiatan saya berubah tiap waktu, menjaga pekerjaan dan tugas kuliah, menjaganya agar tidak ada yang terlena atau terabaikan.

Beberapa kali saya mengeluarkan kata bijak agar tetap bertahan, seperti kalimat “ini melelahkan, tapi tetap dijalani bagaimanapun lelahnya..” dengan kalimat ini saya ampuh bangun dini hari dan tidur lewat tengah malam untuk menyelesaikan kewajiban-kewajiban. Pengorbanan yang besar, yup karena ini pula saya jadi lebih menghargai waktu.

Terkadang, saya ingin seperti dahulu dimana saya sangat sering melakukan perjalanan yang menyenangkan, dan petualangan yang seru. Ingin sekali menghabiskan waktu di pantai atau gunung, kadang ingin sekali berjalan jauh tanpa memikirkan apapun, yang penting senang. Namun, pertempuran dari kesibukan ini terpaksa melontar kalimat yang lagi-lagi untuk menguatkan. Dengan kata “jangan manja! Ya Tuhan.. jangan jadikan aku orang yang manja…” kalimat inilah akhirnya merubah ketidaksenangan menjadi rasa bahagia.
….
Dan rasanya, ingin balas dendam dengan waktu ini, suatu saat aku ingin habiskan waktu ku untuk bersenang-seanang, tanpa peduli orang lain.

Maafkanlah, mestinya banyak hal yang bisa ku lakukan, tapi sementara terhenti…. Aku belum bisa merubahnya, atau mungkin memang benar kalimat “Kita mungkin tidak bisa mengatur arah angin, namun kita bisa mengatur arah kapal kita berlayar kemana…”.

Sunday, December 22, 2013

Rasa manja yang tidak baik....

Sebenarnya aku ingin tidak peduli pada politik, namun hati ini tidak bisa lepas memperhatikannya, karena itu menyangkut kemerataan sebuah keadilan. Sebenarnya aku ingin tidak peduli pada orang-orang, tapi aku tidak bisa karena begitu sayang aku terhadap manusia.

Aku tahu mengapa keadaan ini sampai begitu rumit dan berantakan. Tatapan manusia ada yang rendah terhadap orang lain, sebaliknya tatapan ada yang begitu tinggi terhadap yang lainnya. Aku tahu mengapa bisa harga diri jatuh tenggelam dalam laut palung yang begitu dalam. Mengapa bicara orang begitu banyak sebanyak desember mengeluarkan hujan.

“Rasa Manja”…. Iya “Manja”

Aku melihat “rasa manja”lah yang akhirnya orang-orang di sini begitu malas, hanya ingin berhasil tapi tidak tahu bahwa proses lebih penting. Ya begitulah manja, dan ku harap di diriku sendiri “rasa manja” akan ku bunuh sampai mati rasa.

Mereka hidup bak film-film, utamanya adalah anak baik, ketampanan dan kecantikan. Lupakah kalian yang utama adalah banyak berbuat kebaikan dengan jujur dan menolong yang susah. Lupakah kalian bahwa setelah hidup ini akan hidup lagi, dan ingatkah kalian hidup di dunia ini begitu cepat, begitu cepat, begitu cepat… dan setelah sampai di sana kita akan lama menunggu atau mungkin dibuang.

Friday, December 6, 2013

Taman bersua...

Hujan deras di menteng, dekat dengan Taman Suropati. Apa kabar merpati di sana, apa kau kehujanan di sana? Dan bagaimana hujan telah membuat taman itu sejenak istirahat dari ramainya anak-anak muda yang bercanda, damai nikmati alam kecil itu.

Sore ini, perlahan langit semakin gelap, petir dan geluduk temani alam apa adanya. Pedagang yang biasa mangkal depan kantor kecil ku ini, sejenak berteduh di pos-pos pojok jalan. Kemana kodok-kodok yang biasa bersua? Atau dimana binatang yang senang akan hujan? Aku tidak tahu apa-apa…

Wahai alam, dimana kau di sini?

Semakin modern saja kota Jakarta, semakin cepat saja teknologi dan semakin canggih saja manusia. Entahlah, begitu cepatnya waktu memecut-mecut. Begitu cepatnya perkembangan, pembangunan, dan pengangguran. Dan semakin pandai bicara, membalikan, membanggakan, menghasut, dan berbohong. Aku pun jadi ikut berbohong, kejepit, terjepit, tak tahu arah sebenarnya. Berharap nurani ini kembali adanya, bicara adanya.

Untuk Adik Gaza

 Adik, kamu kuat di sana Rambutmu berdebu wangi surga Getaran jari tanganmu dan keringnya kulitmu adalah cinta dari Tuhan yang Maha Besar He...